Berita

Agus Rahardjo/Net

Hukum

Kalau Andi Arief Punya Bukti, KPK Siap Selidiki Mahar Sandiaga Uno

JUMAT, 17 AGUSTUS 2018 | 16:17 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menyelidiki dugaan mahar politik bakal Capres Sandiaga Uno yang dihembuskan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Ketua KPK, Agus Rahardjo menilai jika memiliki bukti kuat, Andi bisa melaporkan mahar politik yang ke Dumas KPK. Sejauh ini kata Agus, pihaknya hanya mengetahui melalui pemberitaan dan belum memiliki data terkait dugaan mahar politik Sandi.

"Kami belum punya datanya, belum punya faktanya, seperti Pak Andi Arief. Kalau misalnya punya bukti awal kita bisa follow up," ujar Agus di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/7).


Menurutnya, KPK belum bisa bergerak menyelidiki kasus mahar politik tersebut sebab wacana yang dihembuskan Andi sendiri masih sekedar rumor belaka.

Namun Agus memastikan KPK tidak hanya menunggu Andi saja melainkan pihak manapun yang benar-benar memiliki bukti awal yang dibutuhkan maka akan segera ditindaklanjuti.

"Siapapun, bukan hanya Pak Andi, insya Allah KPK bisa bergerak," pungkasnya. [nes]


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya