Berita

KBRI Rusia/Repro

Dunia

Upacara HUT RI Di Moskow, Dubes Wahid: Inilah The Power Of Indonesian Women

JUMAT, 17 AGUSTUS 2018 | 15:09 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Moskow, Federasi Rusia, berlangsung hikmat dan meriah.

Seratusan warga Indonesia di Moskow, termasuk sekitar 30 turis asal Indonesia yang sedang berada di negeri Putin itu mengikuti upacara yang diselenggarakan di lapangan KBRI Moskow.

Dalam sambutannya, Dutabesar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi, mengatakan dalam upacara tersebut terlihat betapa kaum wanita Indonesia memiliki peranan yang begitu besar.

“Kecuali pengibar bendera, semua petugas upacara adalah wanita. Ini bukan hanya the power of Emak-emak, ini adalah the power of Indonesian women,” ujarnya.
“Kecuali pengibar bendera, semua petugas upacara adalah wanita. Ini bukan hanya the power of Emak-emak, ini adalah the power of Indonesian women,” ujarnya.

Dubes Wahid mengingatkan bahwa tidak bayak negara di muka bumi yang mendapatkan kemerdekaan melalui peperangan. Indonesia termasuk di antara sedikit negara itu.

“Baru pada 2005 Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,” ujarnya.

Semangat merebut kemerdekaan itu mestilah menjadi modal besar bangsa Indonesia dalam membangun dan mengisi kemerdekaan.

Dubes Wahid lantas mengutip beberapa poin yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR RI kemarin (16/8), terutama mengenai arti penting persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia.

Juga, perlu bagi seluruh bangsa Indonesia untuk melanjutkan semangat para pejuang kemerdekaan dalam bekerja nyata dan memenuhi janji kemerdekaan.

Dubes Wahid tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan berbagai pihak yang telah membantu penyelenggaraan Festival Indonesia ke-3. Pengunjung Festival Indonesia III sebanyak 135 ribu selama tiga hari, 3-5 Agustus

“Selama dua kali festival, perdagangan naik 25 persen menjadi 3,27 miliar dolar AS dengan kita surplus 1,7 miliar dolar AS. Wisatawan asal Rusia yang berkunjung ke Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 37 persen, dan ini merupakan yang tertinggi di dunia, menjadi 110 ribu orang,” sambungnya.

Pada bagian akhir, Dubes Wahid menyampaikan rasa duka atas bencana gempa bumi dengan kekuatan 7 SR yang melanda Lombok pada 5 Agustus lalu.

“Dengan semangat persaudaraan di HUT ke-73 Republik Indonesia hari ini, KBRI Moskow membuka Kotak Amal Peduli Lombok. Dipersilakan bagi yang ingin memberikan sumbangan. Berapapun sumbangan yang diberikan akan sangat berarti bagi saudara-saudara di sana dan KBRI Moskow akan menyalurkannya,” demikian Dubes Wahid.   

Setelah upacara, Dubes Wahid dan istri bersalaman dengan seluruh peserta upacara dan dilanjutkan dengan foto bersama. Kegiatan hari ini juga diisi dengan pergelaran panggung seni dan budaya di halaman belakang KBRI Moskow. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya