Berita

Alumni Lemhanas/Repro

Pertahanan

Alumni Lemhanas Dukung Gerakan Bumi Sebagai Rumah

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 15:37 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Salah satu faktor pemicu bencana alam antara lain adalah manusia tidak merawat bumi semestinya.

Oleh karenanya, demi menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan mengembangkan potensi wisata Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) PPSA XXI mendukung gerakan "Bumi Sebagai Rumah".

"Konsep bumi atau ibu pertiwi sebagai rumah bersama ini perlu dijadikan gerakan seluruh Indonesia," ujar Komjen Pol (Pur) Arif Wachjunadi, Ketua IKAL Lemhannas PPSA XXI dalam keterasngan tertulisnya, Kamis (16/8).


Menurut Arief, bumi merupakan rumah untuk siapa saja yang tinggal di dalamnya, tanpa melihat suku, agama, ras atau kelompok tertentu.

"Bumi atau ibu pertiwi itu memberikan kehidupan, makan, dan minum bagi rakyat. Kalau bumi tidak dirawat lalu, kita makan apa," paparnya.

Ditegaskan pensiunan dengan bintang tiga di pundak ini, menyelamatkan lingkungan adalah hal utama yang harus dilakukan masyarakat Indonesia.

Meskipun, sambungnya, sebagian orang menganggap pekerjaan itu sederhana. Justru, merupakan pekerjaan sepanjang hidup manusia yang tidak akan berhenti.

"Yang dilakukan sekarang baru akan dinikmati oleh generasi mendatang. Pewaris utama bumi Indonesia adalah anak cucu kita semua," tutupnya. [jto]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya