Berita

Yusdianto/Net

Nusantara

KPK Bisa Saja Telusuri Pemindahan Dana Pilgub Lampung

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 | 01:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. KPU Lampung dan Bawaslu Lampung dipertanyakan kenapa dana hibah APBD Provinsi Lampung untuk Pilgub Lampung 2018 dipindahkan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung ke bank lain.

"Ini tentu tidak benar, masak sih dana sebesar itu tidak dikelola bank daerah dengan alasan reputasi dan jaringannya tidak sampai ke daerah," kata pengamat hukum dari Universitas Lampung, Yusdianto, Rabu (15/8).

Menurut dia, ada yang salah dari cara berpikir komisioner KPU dan Bawaslu Lampung karena lebih percaya bank lain ketimbang ikut membangun public interest dan trust bank daerahnya sendiri, Bank Lampung.


"Bagaimana bisa dana yang bersumber dari APBD Lampung tidak ditempatkan di BPD Lampung tapi bank lain," ujar Yusdianto dengan nada heran seperti diberitakan RMOL Lampung.

Dia pun mempertanyakan alasan penyelenggara memindahkan dana APBD Lampung dari BPD Lampung ke dua bank swasta.

"Mereka tidak percaya atau emang ada motif lain seperti bonus?" terang Yusdianto.

Untuk itu, Yusdianto berpendapat KPK atau lembaga hukum lainnya patut menyelusuri pemindahan dana tersebut.

"Kalau motifnya hanya hadiah patut ditelusuri, karena peristiwa ini tidak cuma sekali," ucapnya.

Mantan Bupati Lamteng Andi Achmad Sampurnajaya dan Bupati Lamtim Sartono dipidana gara-gara mengalihkan dana APBD ke bank swasta beberapa tahun lalu.

"Saya kira, kita patut mempertanyakan atas tindakan penyelenggara yang tidak menggunakan bank daerah sebagai tempat dana hibah," demikian Yusdianto.

KPU Lampung menerima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 267 miliar untuk penyelenggaraan Pilgub Lampung 2018. Sementara Bawaslu Lampung menerima hibah sebesar Rp 92,4 miliar.

Dana tersebut dialihkan KPU dan Bawaslu ke BRI dan Bank Mandiri. Alasan Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, jaringan kedua bank tersebut sudah sampai ke daerah-daerah.

Bank Lampung membantah tudingan Ketua KPU Nanang Trenggono terkait minimnya jaringan BPD Lampung di kecamatan dan desa. Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bank Lampung Ahmad Jahri menegaskan bahwa pernyataan Nanang Trenggono tidak berdasarkan data dan fakta.

Menurut dia, bank milik Pemerintah Provinsi Lampung ini memiliki 34 jaringan kantor yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten bahkan kecamatan.

Dalam rapat dengar pendapat Pansus Poltik Uang DPRD Lampung, terungkap adanya bonus dari Bank Mandiri dan BRI berupa dua unit mobil, Innova dan Avanza.

Ketua KPU Nanang Trenggono mengakui pihaknya menerima tambahan aset mobil Innova dan Avanza. Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengakui lembaganya menerima bonus mebeleur dan pinjam pakai dua unit mobil.

Ketua Pansus Politik Uang, Mingrum Gumay mendesak KPU Provinsi Lampung segera melaporkan bonus mobil Innova dan Avanza dari hasil bonus bank penyimpanan dana penyelenggaraan Pilgub Lampung 2018. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya