Berita

Anwar Rachman/RMOL

Politik

Politisi PKB Ini Anggap Wajar Pemberian Sandi Ke PKS Dan PAN

SENIN, 13 AGUSTUS 2018 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mahar Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN dianggap wajar lantaran besarnya biaya politik saat ini.

Politisi PKB Anwar Rachman, menilai istilah mahar politik harus diluruskan.

Menurutnya mahar merupakan bahasa politik. Pada kenyataannya uang mahar tidak masuk ke kantong pribadi melainkan menuju pembiayaan politik.


"Itukan bahasa politik ya jadi bukan mahar, kalau menurut saya itu biaya politik yang sudah dikeluarkan selama ini," ujar Anwar di komplek Parlemen, Jakarta, Senin (13/8).

Lebih lanjut Anwar, menilai pemberian mahar lantaran Sandi selaku cawapres bersedia menanggung biaya politik seperti kampanye, saksi, akomodasi dan sebagainya.

Menurutnya Sandi bukan membayar PAN dan PKS tapi mengganti biaya yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Jika menggunakan istilah mahar, Anwar menyatakan hal itu menjadi rancu. Sehingga dia menegaskan itu adalah penggantian biaya politik yang tinggi saat ini.

"Jadi bukan mahar, nanti jadi rancu tapi penggantian biaya politik," tandasnya. [nes]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya