Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Prihatin Nasib Petani Indonesia

JUMAT, 10 AGUSTUS 2018 | 06:33 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Lubuk sanubari saya selalu dirundung curiga terhadap lembaga yang sok mengatur perdagangan dunia, World Trade Organization sebagai agen imperialisme ekonomi demi kepentingan para negara adhikuasa.

Sanksi

Terberitakan bahwa Amerika Serikat (AS) mempersiapkan sanksi senilai Rp 5 triliun terhadap Indonesia setelah menang gugatan atas batasan impor produk pertanian dan peternakan.

Selain AS, Selandia Baru juga berpeluang menerbitkan sanksi serupa senilai Rp 9 triliun. Amerika Serikat telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia usai memenangkan gugatan atas pembatasan impor produk pertanian dan peternakan asal AS yang diberlakukan pemerintah Indonesia.

Selain AS, Selandia Baru juga berpeluang menerbitkan sanksi serupa senilai Rp 9 triliun. Amerika Serikat telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia usai memenangkan gugatan atas pembatasan impor produk pertanian dan peternakan asal AS yang diberlakukan pemerintah Indonesia.

Nilai sanksi yang dituntut AS adalah sebesar 350 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,04 triliun.

Ganti Rugi

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa pemerintah sudah menanggapi soal gugatan AS melalu WTO.

Menurut Oke, Indonesia pun sudah mengubah Peraturan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian yang dianggap menjadi duduk perkara membatasi impor dari AS. Indonesia sebelumnya menerapkan batasan impor untuk berbagai produk semisal apel, anggur, kentang, bunga, jus, bawang, buah kering, sapi dan ayam.

Atas ketetapan tersebut pemerintah AS dan Selandia Baru menggugat Indonesia tahun lalu lewat WTO. Menurut gugatan AS, Indonesia gagal mematuhi peraturan WTO maka minta sanksi denda uang untuk mengganti kerugian yang harus ditanggung pengusaha AS.

Sama sekali tidak terberitakan mengenai ganti rugi untuk mengganti kerugian yang harus ditanggung petani Indonesia.

Angkara Murka

Sebagai warga Indonesia yang lebih cinta Indonesia ketimbang WTO, saya prihatin atas nasib petani Indonesia. Saya dapat membayangkan betapa sedih sanubari Bapak Ekonomi Kerakyatan Indonesia, Bung Hatta andaikata beliau menyaksikan betapa kedaulatan petani Indonesia secara masif, terstruktur serta sistematis diinjak-injak oleh angkara murka kaum imperialisme ekonomi dengan kedok perdagangan bebas dan globalisasi demi leluasa menjajah planet bumi pada masa kini yang kerap disebut sebagai jaman now yang sebenarnya lebih layak disebut sebagai jaman edan. [***]


Penulis prihatin atas nasib petani Indonesia


 
 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya