Berita

Ruly Soekarta/Net

Politik

PKPI: Ambang Batas PT 20 Persen Bertentangan Dengan Pancasila

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 21:06 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Adanya ambang batas atau Presidential Threshold (PT) 20 persen pencapresan di Pilpres 2019 mendatang dianggap sebagai ketentuan yang bertentangan dengan Pancasila.

"Ambang batas 20 persen itu bertentangan dengan prinsip di Pancasila, bahwa setiap warga negara yang terbaik berhak dipilih dan memilih," kata Waketum PKPI Ruly Soekarta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/8).

Sambung dia, makna sila keempat bahwa seorang pemimpin yang ber-hikmat kebijaksanaan tidak bisa dibatasi oleh presidential threshold.


Ruly berujar, tolok ukurnya adalah dia bisa menjalankan Ketuhanan YME dengan baik, menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab, serta bisa menjaga persatuan.

"Itu prinsip PKPI, kalau seorang pemimpin bisa menjaga persatuan, dia bisa mewujudkan keadilan sebagaimana yang dicita-citakan oleh founding fathers," ujarnya.

Dia berharap agar hakim MK mempertimbangkan substansi Pancasila sebagai filosofi dasar bangsa Indonesia, di mana setiap peraturan harus mengacu ke sana.

"Sudah saatnya para hakim MK, pakar tata negara untuk memformulasikan peraturan itu berdasarkan Pancasila," pungkas Ruly. [fiq]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya