Berita

Foto/RMOL

Politik

PT Nol Persen Dikabulkan, Yusril Nyapres

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 18:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pembatalan ambang batas atau Presidential Threshold (PT) 20 persen oleh Mahkamah Konstitusi (MK), dinantikan oleh para tokoh yang memiliki kapasitas namun terganjal dengan perolehan suara partai di 2014.

Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Pakar hukum kawakan Indonesia itu sejak tahun 1999 selalu terganjal untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Pak Yusril itu semangatnya bukan hanya sekadar maju, tapi ingin menjalankan konstitusi secara benar," kata Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/8).


Yusril dianggap sebagai tokoh yang mengerti betul seluk beluk konstitusi 1945. Sebagai negara hukum, menurut Sukmo, Yusril adalah orang yang tepat untuk mengawaki NKRI.

"Sekarang banyak aturan-aturan yang inkonstitusional, makannya itu Pak Yusril mau benahi itu," tegasnya.

Dia pun menyadari jika PT nol persen itu dikabulkan MK, PBB juga tidak bisa maju sendiri.

"Paling tidak kita bisa maju harus dengan dua partai," pungkasnya. [fiq]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya