Berita

Politik

PBB: Presidential Threshold Tidak Fair Dan Inkonstitusional

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 17:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Ketentuan ambang batas pencapresan presidential threshold (PT) 20 persen dalam Pilpres 2019 membunuh hak konstitusional warga negara. Peraturan itu dianggap tidak fair terutama bagi partai-partai yang baru lulus verifikasi.

Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menganggap atauran itu jauh dari semangat keadilan.

"Semangat untuk menyelenggarakan pileg dan pilpres secara serentak ini adalah adanya semangat keadilan bagi setiap warga negara, seharusnya tidak ada presidensial treshold, ini sangat tidak fair," kata Sukmo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/8).


Menurut dia, acuan yang digunakan yaitu hasil Pemilu 2014 bisa dibilang sudah kadaluwarsa. Seharusnya acuan itu sudah tidak bisa lagi digunakan untuk tahun 2019.

"Produk tahun 2014 kok masih digunakan? Ini kan sudah kadaluwarsa," tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menganggap Pasal 222 UU Pemilu adalah inkonstitusional. Maka dari itu, MK harus mengabulkan gugatan pemohon untuk membatalkan ambang batas 20 persen tersebut.

"Ada hal-hal yang diputuskan secara konstitusional tapi isinya inkonstitusional, itulah ambang batas 20 persen," pungkas Sukmo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya