Berita

Foto/Net

Hukum

MK Pastikan Putusannya Tidak Terpengaruh Opini Publik

RABU, 08 AGUSTUS 2018 | 16:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Maraknya desakan untuk membatalkan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen tidak menyurutkan langkah Mahkamah Konstitusi dalam mengambil keputusan secara independen.

"Terkait kehendak agar MK memutus dengan amar putusan tertentu maka MK memastikan tak akan dapat dipengaruhi oleh opini-opini publik," kata juru bicara MK Fajar Laksono saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/8).

Dia mengatakan, MK sudah mengkaji soal gugatan tersebut. Tinggal menunggu waktu kapan diputuskan.


Fajar memastikan bahwa keputusan yang diambil MK bersifat objektif secara hukum. Dia juga membantah tuduhan yang menyebut tertundanya putusan akibat ada tekanan atau persengkongkolan pihak tertentu.

"MK tetap berpegang teguh pada independensi," ujarnya.

Dia pun menilai wajar jika banyak pihak yang menyuarakan aspirasi mendesak MK segera mengambil putusan.

"Ya hak masyarakat untuk menyuarakan atau mengekspresikan aspirasi atau kehendaknya. Sepanjang tertib dan tak melanggar aturan, silahkan saja," demikian Fajar. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya