Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Pemilu Tanpa Kekerasan

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 09:39 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA pada awal Agustus 2018 suasana politik makin memanas menjelang dead-line pendaftaran nama capres dan cawapres yang akan memperebutkan suara rakyat pada pilpres 2019, beredar sebuah video rekaman Prabowo Subianto orasi pengarahan di hadapan para pendukungnya sebagai berikut:

"Ada yang ingin berbuat tidak baik, kita selalu akan memberi kebaikan. Kita dihina, kita jawab dengan kebaikan. Kita difitnah, kita jawab dengan kebaikan. Kita diancam, kita jawab dengan kebaikan. Selalu kita berikan kebaikan untuk rakyat kita. Kita adalah orang-orang yang baik yang membela kebenaran, jadi kita tidak boleh luntur dan surut dari keyakinan itu. Banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan, tapi ingat pesan saya: Sejuk, tenang, damai, hindari provokasi. Tidak boleh pakai bentuk kekerasan apapun. Patuhi hukum. Kita besar, yang benar pasti menang, yang benar pasti menang saudara-saudara".

Hindari Kekerasan


Orasi Prabowo Subianto mengandung niat positif dan konstruktif memperkokoh sendi-sendi persatuan Indonesia terutama pada kalimat pesan, "Sejuk, tenang, damai, hindari provokasi. Tidak boleh pakai bentuk kekerasan apa pun. Patuhi hukum".

Pada hakikat kenyataan memang suasana politik menjelang pileg dan pilkada 2019 dicemarkan oleh suasana angkara murka kebencian yang rawan meruncing menjadi kekerasan verbal kemudian rawan meledak menjadi kekerasan ragawi.

Pemilu yang dilaksanakan dengan kekerasan verbal apalagi ragawi merupakan pengingkaran terhadap sukma sejati demokrasi.

KPU

Seharusnya Komisi Pemilihan Umum sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemilu jangan segan menetapkan aturan main pemilihan umum yang benar-benar tegas menolak pewujudan kebencian dalam bentuk saling hujat dan saling fitnah yang rawan meledak menjadi konflik kekerasan ragawi antar para pendukung caleg dan capres-cawapres.

Demi menyelenggarakan pemilu sejuk, aman dan damai, memang hukum harus dihadirkan lengkap dengan sanksi yang adil tetapi tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak mana pun yang terbukti melanggar aturan main pemilihan umum di Indonesia sebagai negara hukum.

Demokrasi yang beradab jelas tidak membenarkan perilaku saling hujat, saling fitnah apalagi saling berkelahi dengan alasan apa pun juga.

Silakan kampanye pemilu dilakukan oleh segenap pihak secara lengkap dan lantang menjabarkan program kerja diri sendiri masing-masing tanpa sedikit pun niat apalagi tindakan mendiskreditkan pihak lain.

Mari kita bersatupadu dalam ikhtiar menyelenggarakan pemilihan umum tanpa kekerasan! Jangan sampai pemilu secara harafiah benar-benar menjadi pemilu dalam arti memilukan akibat dilaksanakan dengan kekerasan! Merdeka! [***]

Penulis mendambakan pemilihan umum yang sejuk, aman dan damai

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya