Berita

Rizal Ramli/Dok

Politik

Jadikan Dr Rizal Ramli Cawapres, Jokowi Atau Prabowo Akan Amanah Selamatkan Perekonomian Nasional Dan Bangsa…

SELASA, 07 AGUSTUS 2018 | 09:17 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

SOEHARTO dalam memilih wakil presiden parameternya jelas. Bung Hatta naik jadi wapres berdampingan dengan Soekarno karena tuntutan zaman untuk penyelamatan bangsa.

Sehingga berbeda dengan hari ini penentuan calon wakil presiden yang dilakukan oleh partai-partai politik parameternya uang, dan tuntutannya juga uang...

Sudharmono jadi wapres karena di mata Soeharto dia manajer partai terpercaya.


Soeharto puas atas prestasi Sudharmono dalam membesarkan Golkar. Partai beringin yang sudah established untuk selanjutnya diteruskan oleh tangan sipil (Harmoko).

Momentum itu sekaligus menandai era berakhirnya tentara dari Angkatan ‘45 dalam memimpin Golongan Karya.

Umar Wirahadikusuma yang urang Sunda, diangkat Soeharto karena representasi tokoh Sunda. Dan yang juga penting ia jenderal faksi Soeharto yang sangat loyal. Saat peristiwa ’65 ia Pangdam Jaya dan meneruskan posisi Pangkostrad yang ditinggalkan Soeharto.

Adam Malik yang Murbais dan pengikut Tan Malaka, yang hanya berpendidikan sekolah rakyat berjasa besar dalam mengangkat Soeharto di lapangan internasional.

Bung Adam yang wartawan merupakan diplomat ulung, antara lain pernah Menlu, Dubes di Soviet dan Polandia. Adam Malik-Sultan-Soeharto adalah Trio Orde Baru, yang antara lain dari tangan mereka lahir konsepsi Undang-undang Penanaman Modal Asing.

Bung Adam yang selalu bangga menyebut diri Putra Andalas diangkat Soeharto jadi wapres, antara lain sebagai representasi tokoh Sumatera.

Soeharto meminang Sultan IX karena Sultan Raja Jawa. Soeharto memerlukan Sultan untuk melegitimasi kekuasaan Orde Baru yang baru lahir. Ia memandang penting aura wibawa Raja Mataram ini sebagai starting point untuk memulai kekuasaan baru di dalam politik nasional yang didominasi oleh kultur Jawa.

Bung Hatta yang ekonom pro rakyat jadi wapres berdampingan dengan Sukarno yang juga pro rakyat. Konsepsi ekonomi Hatta esensinya adalah jalan ekonomi konstitusi yang membela rakyat yang tertindas, anti neoliberal, anti sistem ekonomi ala penjajah, dan karena itu jasa-sumbangsih Hatta sebagai wakil presiden dalam penyelamatan bangsa sangatlah besar.

Itulah sejatinya parameter yang benar bagi seorang calon wakil presiden. Bukan parameter uang dan tuntutannya pun bukan pula tuntutan uang.

Bagaimana sekarang?

Parameter yang seharusnya dipakai oleh Jokowi dan Prabowo dalam memilih calon wakil presiden adalah figur yang mampu menjalankan misi penyelamatan bangsa. Yaitu tokoh yang visi dan karakternya mewarisi marwah Bung Hatta. Karena fokus persoalan negara dan bangsa hari ini adalah keterpurukan ekonomi, yang berimplikasi pada persoalan-persoalan lainnya, seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan pendidikan, ketidakadilan sosial, hingga potensi konflik horisontal.

Pilpres 2019 oleh Jokowi dan Prabowo sudah seharusnya diletakkan dalam perspektif Penyelamatan Bangsa. Partai-partai politik sudah saatnya mengakhiri petualangan sebagai pencari keuntungan materil dalam momentum Pilpres, Pilkada, dan Pileg.

Sejauh ini banyak kalangan menilai figur ekonom dengan visi ekonomi Bung Hatta ada pada sosok Dr Rizal Ramli, yang selama ini dikenal paling lantang, berani, dan lugas menyuarakan, memperjuangkan, dan membuktikan keberpihakannya dalam membela kepentingan rakyat (terutama wong cilik) yang banyak terpinggirkan kehidupannya akibat jalan sesat perekonomian neoliberal yang merupakan pintu masuk bagi neokolonialisme dan neoimperialisme.

Track record, prestasi, reputasi, dan keberpihakan Rizal Ramli sudah terbukti bukan omong kosong. Inilah antara lain yang membedakan Rizal Ramli dengan sosok-sosok lainnya yang saat ini nama-nama mereka ‘’menggelembung’’ (digelembungkan oleh pencitraan) sebagai cawapres.

Jadikan Dr Rizal Ramli cawapres, Jokowi atau Prabowo akan amanah selamatkan perekonomian nasional dan bangsa. [***]


Penulis merupakan wartawan senior

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya