Berita

Jokowi/Net

Politik

Fahri: Gampang Kalahkan Jokowi, Cuma Ada Lawannya Nggak?

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 14:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Petahana Joko Widodo tidak telalu kuat dalam Pilpres 2019 mendatang. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahkan menyebut banyak celah untuk bisa mengalahkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Fahri kemudian mengambil contoh narasi buruk yang menjadi blunder Jokowi, yakni saat dia menganjurkan para relawan untuk berani berkelahi ketika lawan menantang.

“Dari awal Pak Jokowi lemah dalam membangun narasi. Narasinya justru malah mengadu domba bukan mempersatukan,” tegasnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/8).


Dia pun membandingkan hal itu dengan Bung Karno yang mampu mempersatukan bangsa di tengah kondisi sumber daya manusia (SDM) serta ekonomi bangsa belum baik saat itu.

Soal janji kampanye, Fahri juga mengingatkanJokowi yang menjelang berakhir masa pemerintahannya tak satupun yang terealisasi.

“Bisa dicek daftar janji-janjinya, mana saja yang sudah direalisasikan, pasti kebanyakan belumnya,” jelasnya..

Namun demikian, Fahri menilai bahwa hal tersulit dalam mengalahkan Jokowi adalah menghadirkan calon lawan di pilpres. Apalagi, hingga saat ini koalisi penantang Jokowi tersebut masih belum terbentuk.

“Gampang kalahkan Jokowi, cuma ada lawannya nggak?” tukasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya