Berita

Foto: Net

Olahraga

Asian Games Tanpa Gairah

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 12:34 WIB | OLEH: SYA'RONI

INDONESIA untuk kedua kalinya akan dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games. Perhelatan kali ini akan digelar di Jakarta dan Palembang dari 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Indonesia tidak mematok target yang muluk-muluk, hanya berharap bisa masuk 10 besar.

Melihat target yang ingin dicapai, bisa disimpulkan bahwa kemampuan Indonesia saat ini jauh dari harapan. Target minimalis menunjukkan kapasitas yang terbatas.

Sangat jauh dibandingkan Asian Games IV Jakarta 1962, di mana Indonesia mampu bertengger di urutan kedua. Atau bila dibandingkan dengan Thailand pun, Indonesia tidak ada apa-apanya.

Pada Asian Games XVII di Korea Selatan 2014, Thailand berhasil menduduki peringkat ke-6, sedangkan Indonesia harus puas di urutan ke-17.
Pada Asian Games XVII di Korea Selatan 2014, Thailand berhasil menduduki peringkat ke-6, sedangkan Indonesia harus puas di urutan ke-17.

Terpuruknya gairah olah raga Indonesia tidak terlepas dari peran dari kepemimpinan nasional Bung Karno mampu menjadikan Asian Games IV sebagai alat perjuangan menegakkan martabat bangsa di mata dunia.

Tak tanggung-tanggung, dengan kondisi bangsa yang masih dalam transisi kemerdekaan, Bung Karno mampu membangun stadion super megah di Senayan, Hotel Indonesia dan infrastruktur lainnya untuk menyambut Asian Games. Maka wajar jika saat itu banyak negara terkagum-kagum atas kehebatan Indonesia.

Bandingkan dengan sekarang. Tidak ada sarana olah raga baru yang dibangun. Semuanya hanya merenovasi sarana yang sudah ada. Di Jakarta, masih mengandalkan stadion tua GBK peninggalan Bung Karno. Sementara di Palembang, mengandalkan stadion bekas PON dan Sea Games.

Dari sini jelas sekali, Asian Games kali ini tidak ada kebanggaan baru yang dibangun. Hanya tambal sulam dan poles seperlunya. Karena tidak ada yang bisa dibanggakan, maka wajar pula jika tidak ada kekaguman dari bangsa-bangsa lain.

Membandingkan sosok Bung Karno dengan Jokowi, bak langit dengan bumi. Bung Karno sukses besar menggelar Asian Games 1962, baik sukses sebagai tuan rumah, prestasi, dan sukses menggemakan kapasitas kepemimpinan Indonesia di mata dunia.

Bahkan dengan kesuksesan tersebut, setahun kemudian Bung Karno berani menggelar pesta olahraga Games of New Emerging Forces (Ganefo) pada 10 - 22 November 1963 yang diikuti 48 negara anti imperialis dari berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Afrika, Amerika Latin, hingga Eropa Timur. Bisa dibilang Ganefo adalah pesaing Olimpiade.

Kondisi berbeda bisa diamati saat ini, bisa dikatakan tidak ada gairah menyambut Asian Games 2018. Presiden Jokowi pun terkesan setengah hati menjadi tuan rumah. Semuanya diserahkan kepada event organizer (EO). Maka tidak heran kesan yang muncul lebih kepada aroma komersialitas dari pada instrumen perjuangan.

Lihat saja harga tiket opening ceremony dipatok setinggi langit, termurah Rp 750 ribu dan termahal Rp 5 juta. Dengan harga sebegitu tinggi tidak ada rakyat jelata yang akan mampu membelinya.

Maka wajar jika gairah menyambut Asian Games juga sepi-sepi saja, karena pemerintah sendirilah yang sudah menjauhkan Asian Games dari rakyatnya. [***]

Penulis Adalah Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani)

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:58

Standarisasi Kemasan Rokok Dinilai Berpotensi Merugikan Pedagang Kaki Lima

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:43

Soal Opini Bahlil yang Sebut Kurban Wajib bagi Setiap Muslim, Ini Respons Komisi Fatwa MUI

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:27

Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:07

Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:36

Penyidik Dalami Dokumen Ekspor Sawit, Kasus Under Invoicing Terus Bergulir

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:24

IHSG di Akhir Mei 2026 Tertekan, Asing Net Sell Jumbo Rp8,5 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:16

Bukan Sekadar Kurban, Begini Cara Galeri 24 Sampaikan Makna Berbagi di Hari Raya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 di Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:03

Opini Bahlil di Kompas Disoal: Tidak Tepat Samakan Kurban dengan Zakat Fitrah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:47

Selengkapnya