Berita

Jokowi/Net

Politik

Elektabilitas Jokowi Stagnan, Gerindra: InsyaAllah 2019 Ganti Presiden Akan Terealisasi

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Elektabilitas petahana Joko Widodo masih unggul dibandingkan pesaingnya Prabowo Subianto. Namun, berdasarkan hasil survei Alvara Research Center baru-baru ini memperlihatkan bahwa elektabilitas Jokowi cenderung stagnan (48,4 persen) sedangkan Prabowo naik pesat (32,2).

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Anggawira mengatakan, elektabilitas Jokowi bakal menurun menjelang Pilpres 2019. Sedangkan elektabilitas Prabowo semakin naik pesat, bahkan mampu mengalahkan Jokowi nantinya.

"Ada beberapa faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi, yaitu ancaman krisis ekonomi dan jatuhnya nilai tukar rupiah. InsyaAllah 2019 Ganti Presiden akan terealisasi," kata Anggawira yang juga Caleg DPR RI Dapil VIII Jabar dalam keterangannya, Senin (6/8).


Jokowi pun, lanjut Anggawira, kemungkinan akan ditinggalkan apabila Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan permintaan penggugat soal ambang batas pencapresan alias presidential thrasehold. Ditambah lagi, rakyat kini tengah dihadapkan dengan permasalahan meroketnya harga pangan.

"Soal presidential thrasehold dan meroketnya harga pangan jika tidak segera diselesaikan, saya yakin Jokowi akan benar-benar ditinggalkan. Ini masalah krusial," imbuh Anggawira.

Dia pun menambahkan, pihaknya tidak hanya melihat dari hasil salah satu lembaga survei saja. Partai Gerindra ada tim internal juga yang bertugas melakukan survei. Dan sejauh ini hasil survei internal tim Gerindra lebih benar.

"Jadi kami santai saja dengan hasil survei tersebut karena kami partai Gerindra juga punya survei internal di mana justru hasilnya seringkali berbeda dengan lembaga survei lainnya. Namun, hasil survei internal kami biasanya yang lebih benar," tutup Anggawira. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya