Berita

AHY-Jokowi/Net

Politik

Pilpres 2019, AHY Cawapres Terfavorit

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 22:29 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Partai Demokrat sudah memutuskan tidak akan merapat ke kubu Jokowi. Meski begitu, dari hasil survei, diketahui elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Jokowi masih tinggi. Bahkan mengalahkan Sri Mulyani dan Mahfud MD.

Elektabilitas putra sulung SBY itu hanya kalah dari Jusuf Kalla (JK).

Demikian salah satu poin dari hasil survei Roda Tiga Konsultan. Survei dirilis Direktur Riset RTK, Rikola Fedri, di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (5/8).


Survei mensimulasikan AHY menjadi cawapres Jokowi dan Prabowo Subianto. Secara top of mind, atau responden diminta menyebut  nama secara spontan, AHY mendapat elektabilitas sebesar 9,7% jika sebagai cawapres Jokowi, unggul dari ahfud MD dan Muhaimin Iskandar yang mendapat 4,8 dan 4,2%. Elektabiltias AHY kalah oleh JK yang mendapat 15,3%.


Sementara dalam pertanyaan tertutup, dimana JK tidak diikutsertakan, AHY mendapat suara sebesar 15,9%, disusul Sri Mulyani dan Mahmud MD dengan masing-masing 7,8 dan 7,5%. Nama JK tidak diamasukkan mengingat masih menunggu putusan gugatan pembatasan masa jabatan presiden-wapres di MK.

Sebagai cawapres Prabowo, elektabilitas AHY juga tinggi. Secara top of mind nama AHY mendapat suara 25,6% dan secara tertutup namanya mendapat 34,1% sebagai cawapres Prabowo.

Jika AHY mendampingi Jokowi, sebanyak 67,3% responden mengakui kemungkinan akan memilih keduanya di Pilpres. Sementara 31,2% memilih tidak, dan sebesar 1,5% tidak tahu. Sedangkan sebanyak 68,4 persen responden mungkin akan memilih Prabowo-AHY 29,9% memilih tidak mungkin dan 1,5% tidak tahu.



Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan pihaknya mengapresiasi hasil survei ini. Namun dia mengaku tidak akan mengusung AHY dengan Jokowi.

"Demokrat sejak 2014 sampai sekarang tidak berada di dalam pemerintah jadi tidak ada unsur atau pengikat harus di sana," tuturnya.

Survei RTK digelar pada 23 Juli-1 Agustus 2018. Survei ini menggunakan metode stratified systemic random sampling yang melibatkan 1610 responden berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil dari seluruh provinsi di Indonesia dengan responden terdistribusi secara proporsional. Rentang margin of error sebesar 2,5%.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya