Berita

Foto: Net

Bisnis

Inilah Jurus PT Timah Cegah Kerusakan Lingkungan

MINGGU, 05 AGUSTUS 2018 | 16:12 WIB | LAPORAN:

PT Timah Tbk tengah menerapkan teknologi unik yang dinamakan Sub Surface Mining. Alat sederhana ini dinilai mampu menghindari potensi kerusakan alam akibat aktivitas penambangan.

Sub surface mining juga mampu merekrut penambang ilegal di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Direktur Operasi & Produksi Alwin Albar menjelaskan proses kerja per unit alat ini hanya membutuhkan luas tanah kira-kira 3 meter (m) x 3 m.


"Berbeda dari alat berat yang biasanya membuat galian hingga puluhan meter untuk menyedot timah di dasar tanah," katanya melalui siaran pers.

Dia menceritakan bahwa saat ini banyak warga sekitar kawasan yang melakukan penambangan ilegal. Dengan menggunakan Sub Surface Mining, PT Timah merangkul penambang ilegal untuk bekerja sama menggarap penambangan resmi.

"Kegiatan ilegal itu berbahaya. Kami mengajak masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan ilegal," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini banyak antrian yang meminta alat Sub Surface Mining disebar ke banyak titik.

"Masyarakat tertarik, kita melibatkan masyarakat. Kami pasok teknologinya untuk dipakai masyarakat menambang. Saat ini bahkan sudah lumayan banyak yang meminta alat ini, tapi produksi kami masih terbatas," ujarnya.

Perusahaan yang mempunyai kode emiten TINS ini akan memberikan insentif untuk masyarakat yang berpartisipasi. "Kami beri insentif per hari," tambahnya.

Dia bilang masyarakat yang menambang timah secara ilegal karena butuh uang untuk menyambung hidup. Menurutnya alat ini jadi solusinya.

"Masyarakat  sebenarnya enggak perlu bijih timah, yang mereka butuh penghasilan dari hasil timah itu. Kalau ditertibkan itu sulit maka kita perlu berdayakan," ujar Alwin.

Lebih lanjut dia bilang Sub Surface Mining sendiri baru dicoba pada Februari 2018 dan saat ini sudah mulai aktif. Harga per unit sub surface mining sekitar Rp 100 jutaan.

Sub Surface Mining sendiri tergolong sebagai alat tambang kecil terintegrasi (TKT). Menurutnya TKT dapat menjadi solusi pola penambangan ramah lingkungan di Bangka karena secara teknis alat ini tidak harus melakukan pembukaan area yang luas.

"Alat ini tidak perlu mengupas overburden dan hanya memerlukan bukaan vegetasi yang sangat minimal. Keunggulan kompetitif alat ini yakni mampu menambang timah yang spotted namun high grade, di mana alat tambah sulit untuk menambangnya secara ekonomis," ujarnya.

Kontribusi yang dihasilkan oleh alat sub-surface hydrolic ini bisa mencapai 500 kg tambahan timah per bulan.

"Karena kita mulainya telat, rencana awal ditargetkan 500 kg-1 ton. Namun, karena kita baru mulai awal Agustus nanti, jadi target kami 500 kg dulu," sebut Alwin. [wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya