Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Pimpinan PKS Menganggap Hukum Negara Tidak Penting

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 06:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Perseteruan antara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dengan pimpinan PKS tidak kunjung usai. Baru-baru ini tuntutan Fahri dimenangkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta.

Oleh karena itu Fahri meminta agar para pimpinan PKS mentaati putusan hukum, dia tetap kader PKS dan pimpinan DPR.

Dia pun menuding kuasa hukum alias lawyer PKS hanya mentaati apa kata pimpinan.


"Lawyer PKS ini disetting menurut apa kata pimpinan PKS, sedangkan lawyer saya profesional dan sesuai prosedur berdasarkan hukum negara," kata Fahri Hamzah di komplek DPR, Jakarta, Jumat (3/8).

Sehingga dia yakin tuntutannya pasti dimenangkan di pengadilan. Sementara, menurut Fahri, lawyer PKS menganggap hukum tertinggi ada di pimpinan PKS.

"Kan ini yang bikin rusak partai, semuanya apa kata pimpinan. Sami'na waatho'na enggak begitu caranya," selorohnya.

Fahri menegaskan yang berlaku di negara ini adalah hukum negara, bukan AD/ART partai dan ucapan pimpinan PKS.

"Seolah-olah ucapan pimpinan jadi hukum tertinggi di negara ini. Jadi mereka berpikir hukum negara enggak penting," pungkasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya