Berita

Roro Fitria/Net

Blitz

Roro Fitria, Dandan Tapi Sendu

JUMAT, 03 AGUSTUS 2018 | 08:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Roro masih bertahan dengan gaya ram­but kepang dan full make-up. Mati-mat­ian bersolek demi menguatkan mental saat menanti hukuman.

Sudah lima bulan lebih, Roro Fitria merasakan dinginnya sel Rutan Pondok Bambu. Menjadi pesakitan narkoba, artis yang akrab dipanggil Nyai ini menunggu putusan hukuman dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Roro kerap berdandan setiap akan menjalani persidangan. Padahal saat awal diciduk polisi, bekas model majalah dewasa ini terlihat kucel karena tak bisa bersolek.


Dalam sidang sebelumnya, Roro kerap nyentrik dengan rambut kuncir dua hingga mengepang rambut dengan poni menutupi dahi, layaknya anak-anak. Pernah juga ia mengepang rambutnya dengan poni menutupi dahi.

Nah, bintang film Bangkitnya Suster Gepeng ini kemarin kembali menghadiri sidang lanjutan. Kali ini, sidang masih beragendakan pemaparan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Pantauan di lokasi, Roro datang menumpang bus tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Wanita yang kerap mengaku bangsawan ini tetap tampil dengan balutan make-up dan rambut dikepang. Terpantau tiba pukul 13.20 WIB di PN Jaksel, Roro terlihat rapi dengan kemeja putih, celana hitam dan sedikit riasan wajah.

Rambutnya pun terlihat berwarna merah. Dia juga membawa tas berwarna hitam, dengan tangan yang diborgol sembari dikawal polisi. Yang mem­bedakan, ekspresi Roro tidak setenang biasanya. Ada raut sendu dari wajah pesinetron Islam KTP ini saat digiring menuju ruang tahanan.

Roro baru menunjukkan senyuman saat info­tainment menyapa. "Mohon doanya supaya hari ini sidang saya lancar," ujarnya singkat

Sebelumnya, Roro mengaku memanfaatkan fasilitas yang ada di rutan, salah satunya rumah kecantikan alias salon.

"Kalau di Pondok Bambu kan semuanya yang punya skill apa bisa saling membantu. Di sana ada juga fasilitas kesehatan, olahraga, dan salon," bebernya.

Namun, jasa salon tersebut dikatakan Roro tidak gratis. Ia harus mengeluarkan sejumlah uang agar bisa menggunakan jasa tersebut. "Nggak (gratis), jadi seperti biasa kalau ada perawatan, kita harus memberi hadiah," jelas Nyai. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya