Berita

Foto/RMOL

Politik

Prabowo Prioritaskan Ustad Abdul Somad Jadi Cawapres

SELASA, 31 JULI 2018 | 17:48 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Dua nama calon wakil presiden (Cawapres) yang direkomendasikan oleh ijtima GNPF-Ulama selain berangkat dari pertimbangan elektabilitas, juga karena demi kepuasan masing-masing partai koalisi Prabowo Subianto.

Ijtima ulama yang diselenggarakan GNPF-Ulama di hotel Peninsula, melahirkan rekomendasi pasangan calon untuk Pilpres 2019. Rekomendasi tersebut ialah, munculnya capres Prabowo Subianto yang akan dipasangkan oleh Salim Segaf Al-Jufri (Habib Salim) atau Ustad Abdul Somad (UAS).

"Saya kira formulanya ada beberapa sebab, satu tentu karena elektabilitas ini segala-galanya, kedua kepuasan seluruh partai pendukung juga yang paling penting," ujar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/7).


Menurutnya, pilihan cawapres di luar partai politik adalah pilihan terbaik untuk penguatan koalisi itu sendiri. Untuk itu, pilihan kepada Ustad Abdul Somad bisa menjadi prioritas Prabowo.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, sebenarnya memilih cawapres bagi prabowo bukan perkara yang sulit.

"Pada dasarnya Pak Prabowo sendiri punya kemudahan untuk pilih cawapres, tapi untuk jaga kekompakan tentu yang paling baik itu ya diajukanlah kandidat yang tidak punya background parpol, sehingga yang sekarang hadir itu kebanyakan tokoh netral, dan pola itu untuk mempersatukan," pungkasnya. [fiq]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya