Berita

Nusantara

Dituding Sesat MUI Sumbar, Ini Klarifikasi Jamiyyah Islamiyah

MINGGU, 29 JULI 2018 | 03:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat telah menyebut aliran Jamiyyah Islamiyah (JML) sebagai aliran sesat.

Penyebutan itu berdasarkan hasil Keputusan Rapat Koordinasi Bidang Kerukunan dan Ukhuwwah Majelis Ulama Indonesia/MUI dan MUI Kab/Kota se-Sumatera Barat, tertanggal 21 Juli 2018.

MUI Sumbar menilai bahwa JML yang membawa ajaran Karim Jama’ merupakan aliran sesat. Kelompok ini bahkan pernah dinyatakan sesat dan menyesarkan oleh putusan MUI di masa Buya Amir Syarifuddin.


Dalam putusan itu, MUI Sumbar bersepakat untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menghentikan penyebaran ajaran JML dan mengingatkan akan kesesatan ajaran mereka.

Dewan Pimpinan JML Sumbar tidak terima terima dengan putusan tersebut. Melalui sebuah surat klarifikasi yang ditandatangani Ketua Abdul Aziz Jamal dan Sekretaris, Zulkarnain Moesbar, JML meluruskan tudingan tersebut.

Abdul Aziz menyebut bahwa pencetus JML bernama lengkap Buya K.H. Abdul Karim Djamak (Alm), yang wafat pada tahun 1996 dalam usia 90 tahun. Abdul Karim Djamak mendirikan JML bersama dengan K.H. Amir Usman (Alm) dan Ketua Umum DPT Sekber Golkar Kabupaten Kerinci Mayor Minha Rapat (Alm).

“Dalam wadah Sekber Golkar pada waktu itu, dengan nama organisasi Jam’iyyatul Islamiyah,” jelasnya sebagaimana keterangan yang diterima redaksi, Minggu (29/7).

Abdul Karim Djamak kemudian bertindak sebagai pembina Jam’iyyatul Islamiyah.

Nama Abdul Karim Djamak ini berbeda dengan yang tertera di Hasil Keputusan MUI Sumber yang hanya menulis Karim Jama’. Abdul Aziz menilai siapa saja bisa dimaksudkan dalam hasil keputusan tersebut dan bukan Abdul Karim Djamak.

“Sebab, tiga kata dalam nama tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Jadi, sepintas lalu hasil keputusan tersebut tidak terkait dengan organisasi kami,” tutur Abdul Aziz.

Sementara menanggapi putusan MUI di masa Buya Amir Syarifuddin, menurutnya putusan itu perlu diklarifikasi ulang oleh MUI. Sebab tidak disebutkan secara spesifik bunyi pernyataan tersebut.

“Ajaran apanya yang sesat? Siapa yang sesat? Bagian mananya yang sesat? Hal-hal inilah yang perlu dijelaskan lebih lengkap oleh MUI Sumbar, sebagai kaum yang terpelajar. Kalimat “oleh keputusan MUI”, pun tidak dicantumkan bunyi keputusannya. Sehingga sekali lagi, dapat menimbulkan praduga yang macam-macam,” tukasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya