Berita

Foto/Net

Jaya Suprana

Syukur Alhamdulillah, Rupiah Melemah

JUMAT, 27 JULI 2018 | 07:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa setiap nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat maka memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara.

"Setiap melemah Rp 100, maka akan ada penerimaan negara sekitar Rp 1,7 triliun," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 25 Juli 2018. Meski demikian, mantan direktur Bank Dunia ini mengaku diri tidak akan terlena maka akan tetap berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan lembaga lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Syukur Alhamdulillah
Kita semua layak bersyukur alhamdullilah atas penyadaran Menkeu RI mengenai dalil dasar ekonomi mashab kapitalisme yang meyakini keniscayaan bahwa pada setiap peristiwa ekonomi termasuk moneter memang apabolehbuat selalu ada pihak yang dirugikan namun juga selalu ada pihak yang diuntungkan. Misalnya akibat suatu perang niscaya senantiasa pada pihak yang dirugikan yaitu rakyat namun memang niscaya senantiasa ada pihak yang diuntungkan yaitu industri senjata termasuk para pedagang dan tengkulak senjata baik di pasar terang apalagi di pasar gelap.
Kita semua layak bersyukur alhamdullilah atas penyadaran Menkeu RI mengenai dalil dasar ekonomi mashab kapitalisme yang meyakini keniscayaan bahwa pada setiap peristiwa ekonomi termasuk moneter memang apabolehbuat selalu ada pihak yang dirugikan namun juga selalu ada pihak yang diuntungkan. Misalnya akibat suatu perang niscaya senantiasa pada pihak yang dirugikan yaitu rakyat namun memang niscaya senantiasa ada pihak yang diuntungkan yaitu industri senjata termasuk para pedagang dan tengkulak senjata baik di pasar terang apalagi di pasar gelap.

Dirugikan-Diuntungkan
Maka adalah benar bahwa akibat kemerosotan nilai rupiah terhadap US dolar memang ada pihak yang dirugikan yaitu para produsen yang menggunakan bahan produksi impor terpaksa menaikkan harga jual produknya yang jelas merugikan rakyat sebagai konsumen produk yang harganya terus naik. Namun memang ada pihak yang diuntungkan yatu para eksportir yang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Dan memang Menkeu benar bahwa secara akuntansi neraca rugi laba, setiap nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat maka memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara. Setiap pelemahan Rp 100 langsung memberikan dampak penerimaan bagi negara hingga Rp 1,7 triliun. Kebenaran pernyataan Menkeu RI diperkuat oleh komentar Aylawati Sarwono "Biar saja jadi Rp 1 juta untuk setiap USD biar negara kita kaya raya!" Merdeka! [***]

(Penulis adalah rakyat Indonesia yang tentu mengharap negara Indonesia kaya raya)

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

AKBP Didik Konsumsi Serbuk Haram sejak 2019

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10

Anggaran Pendidikan Bisa Dioptimalkan Tanpa Direcoki MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08

THR di Jakarta Harus Cair Paling Lambat Dua Pekan sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25

Ibnu Muljam, Pembunuh Ali yang Hafal Al-Qur'an

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11

PDIP Sesalkan MBG Sedot Dana Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01

Ubunubunomologi

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34

MBG Sah Pakai Anggaran Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11

Golkar Dukung Impor 105 Ribu Mobil India Ditunda

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00

Arief Poyuono: Megawati Dukung Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25

Aksi Anarkis Mahasiswa di Polda DIY Ancam Demokrasi

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23

Selengkapnya