Berita

Herman Khaeron/RMOL

Politik

Demokrat Peringatkan Ngabalin Dan Romi Hargai Hak Politik Orang Lain

KAMIS, 26 JULI 2018 | 13:18 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pernyataan Staf Ahli Kepala Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin dan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy terkait arah koalisi Partai Demokrat telah ditolak mentah-mentah oleh Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal tersebut juga dibenarkan Wakil Komandan Kogasma Demokrat Herman Khaeron sebagai bentuk peringatan kepada keduanya agar lebih menghargai hak politik orang lain.

"Kunjungan politik itu kan hak seluruh partai untuk melakukan koalisi, toh kita juga tidak pernah mengomentari atas koalisi yang dilakukan oleh Pak Jokowi. Jadi, secara prinsip mari kita saling menghargai," jelasnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (26/7).


Herman menolak pernyataan Ngabalin yang menuding Demokrat pergi dari koalisi petahana tanpa izin, padahal sudah ada kesepakatan untuk memberi jatah menteri kepada kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Begitu juga dengan tudingan Romi yang menyatakan Demokrat batal berkoalisi karena permintaan calon wapresnya tidak diterima kubu Joko Widodo.

"Sudah berulang kali Pak SBY mengatakan bahwa AHY bukan harga mati, baik sebagai cawapres maupun jabatan pemerintahan lainnya. Artinya yang lebih penting bagi kami itu adalah bagaimana merumuskan tentang visi dan misi langkah-langkah koalisi untuk memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap rasa keadilan, demokratisasi, dan kesejahteraan masyarakat secara umum," demikian Herman. [wah] 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya