Berita

Rizal Ramli

Politik

Rizal Ramli Jalan Tengah Koalisi Prabowo, Jalan Emas Ekonomi Indonesia

RABU, 25 JULI 2018 | 18:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, adalah jalan tengah bagi koalisi parpol pendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pendapat itu disampaikan analis politik dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio, lewat akun twitternya @satriohendri.

Hendri Satrio menanggapi berita Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung ekonom senior itu menjadi cawapres.


PAN bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra adalah partai yang sudah bulat mengusung Prabowo sebagai capres. Koalisi ini sedang menunggu bergabungnya Partai Demokrat. Di internal mereka, nama cawapres pendamping Prabowo masih dalam tahap penggodokan.

Menurut Hendri, sosok Rizal memiliki dua kelebihan. Pertama, jalan tengah bagi koalisi pendukung Prabowo. Kedua, untuk ekonomi Indonesia, Rizal adalah jalan menuju sukses.

"Beredar kabar PAN mendorong Rizal Ramli sebagai Cawapres Prabowo sebagai jalan tengah koalisi parpol pendukung Prabowo. Menurut saya @RamliRizal ini memang jalan tengah buat parpol tapi bagi ekonomi Indonesia, beliau jalan emas menuju sukses," tulisnya.

Rizal Ramli masuk dalam radar PAN sebagai kandidat cawapres mendampingi Prabowo Subianto. Hal ini diakui Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay.

"Rizal Ramli mumpuni dalam mengurus persoalan ekonomi," kata Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/7).

Saleh menyebut Rizal Ramli dibutuhkan bangsa Indonesia yang belakangan ini semakin kesulitan dalam sektor ekonomi. Rizal selalu melontarkan kritik dibarengi solusi-solusi.

"Perlu tokoh yang memang mengerti, menguasai dan bisa mengeksekusi program yang dapat membangkitkan kejayaan ekonomi kita. Rizal Ramli memiliki track record yang baik. Dia selalu memberi kritik yang solutif," ucap Saleh. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya