Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Basmi Wabah Fitnah Gaya Sengkuni!

RABU, 25 JULI 2018 | 06:42 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ALKISAH di dalam lelakon Wayang Purwa, tampil seorang tokoh bernama Sengkuni yang  sangat sakti mandraguna dalam mencipta dan menyebar wabah fitnah.

Harya Suman

Gandara adalah raja kerajaan Plasajenar. Pada suatu hari Gandara ditemani kedua adiknya, yaitu Gandari dan Suman, berangkat menuju Kerajaan Mandura untuk mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Kunti.

Dalam perjalanan, rombongan Gandara berpapasan dengan Pandu yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Kerajaan Hastina setelah memenangkan sayembara Kunti. Pertempuran pun terjadi. Gandara akhirnya tewas di tangan Pandu. Kemudian Pandu membawa Gandari dan Suman ke Hastina.

Dalam perjalanan, rombongan Gandara berpapasan dengan Pandu yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Kerajaan Hastina setelah memenangkan sayembara Kunti. Pertempuran pun terjadi. Gandara akhirnya tewas di tangan Pandu. Kemudian Pandu membawa Gandari dan Suman ke Hastina.

Sesampai di Hastina, Gandari diminta oleh kakak Pandu yang bernama Drestarastra untuk dijadikan istri. Gandari sangat marah karena ia sebenarnya ingin menjadi istri Pandu. Suman pun berjanji akan membantu kakaknya melampiaskan sakit hatinya.

Suman bertekad menciptakan wabah fitnah demi mengobarkan api permusuhan di antara para  Kurawa, anak-anak Drestarastra melawan para Pandawa, anak-anak Pandu.

Sengkuni
Semula Harya Suman berwajah tampan. Ia mulai menggunakan nama Sengkuni semenjak wujudnya berubah menjadi buruk akibat dihajar oleh Patih Gandamana dari  Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Pandu. Suman yang berambisi merebut jabatan patih  berupaya menyingkirkan Gandamana.

Pada suatu hari Suman berhasil mengadu domba Pandu dengan muridnya yang berwujud raja raksasa bernama Prabu Tremboko. Maka, ketegangan terjadi antara Kerajaan Hastina dan Kerajaan Pringgadani. Pandu pun mengirim Gandamana sebagai duta perdamaian. Di tengah jalan, Suman menjebak Gandamana sehingga jatuh ke dalam perangkapnya.

Suman kemudian kembali ke Hastina untuk melapor kepada Pandu bahwa Gandamana telah berkhianat dan memihak musuh. Pandu segera mengangkat Suman sebagai patih baru.

Gandamana yang ternyata masih hidup muncul dan menyeret Suman. Suman pun dihajar habis-habisan sehingga wujudnya yang tampan berubah menjadi buruk. Sejak saat itu, Suman pun terkenal dengan sebutan Sengkuni, berasal dari kata saka dan uni, yang bermakna "dari ucapan". Artinya, buruk rupa akibat hasil ucapannya sendiri.

Wabah Fitnah
Sejak bernama Sengkuni, sang adik Dewi Gandari makin menggila dalam kreatif mengembangkan daya akal muslihat merekayasa angkara murka fitnah terhadap  Pandawa Lima. Adalah Sengkuni yang menjebak Yudistira sehingga kalah judi yang kemudian terus menerus menebar fitnah mengobarkan api permusuhan Kurawa versus Pandawa sehingga meletuskan perang Bharatayudha di padang Kurusetra.

Tampaknya beberapa oknum jahanam di panggung politik Indonesia masa kini mewarisi kesaktian Sengkuni mencipta fitnah. Diperparah oleh media sosial yang bisa menyembunyikan identitas sang pemfinah maka fitnah gaya kreativitas Sengkuni yang menghalalkan segala cara demi mengkriminalasikan para lawan politik makin merajalela merusak peradaban Nusantara masa kini.

Jelas wabah fitnah gaya Sengkuni harus dibasmi  agar jangan sampai merusak suasana damai, aman, tenteram pada masa Pilkada, Pileg dan terutama Pilpres.

Wabah fitnah gaya Sengkuni nan aib dan biadab wajib ditumpas habis agar jangan sampai terus menerus  membakar suhu politik sehingga meledak menjadi Perang Bharatayudha di persada Nusantara abad XXI. [***]


Penulis adalah Pembelajar Falsafah Wayang Purwa


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya