Berita

Nusantara

TNI AD Serah Terima Enam Jabatan Strategis

SENIN, 23 JULI 2018 | 20:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono bertindak sebagai inspektur upacara pada serah terima jabatan pangkostrad, tiga pejabat pangdam dan dua pejabat asisten logistik kasad di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin (23/7).

Para pejabat yang melaksanakan serahterima jabatan meliputi Pangkostrad dari Letjen TNI Agus Kriswanto kepada Letjen TNI Andika Perkasa, Dankodiklatad dari Letjen TNI Andika Perkasa kepada Mayjen TNI A.M. Putranto, Pangdam II/Swj dari Mayjen TNI A.M. Putranto kepada Mayjen TNI Irwan, Pangdam XIII/Mdk dari Mayjen TNI Madsuni kepada Mayjen Tiopan Aritonang, Pangdam XIV/Hsn dari Mayjen TNI Agus Surya Bakti kepada Mayjen TNI Surawahadi dan Aslog Kasad dari Mayjen TNI Irwan kepada Brigjen TNI Jani Iswanto.

Dalam amanatnya, Mulyono mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan implementasi dari proses regenerasi.


Hal itu juga sekaligus untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dalam rangka mendorong semangat pembaharuan dan penyegaran pola pikir yang akan diproyeksikan dalam rangka peningkatan kinerja sebuah instansi dan organisasi.

Menurut Mulyono, pada sisi lain, perubahan lingkungan strategis yang semakin dinamis dan kompleks menuntut para Perwira untuk senantiasa meningkatkan kredibilitas, profesionalisme dan produktivitas dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien di satuannya yang baru. TNI AD menaruh harapan yang besar kepada para pejabat yang baru, agar kehadirannya diiringi dengan semangat untuk membangun guna meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan ke arah yang positif.

Dia juga menegaskan, dikaitkan dengan jabatan-jabatan strategis yang para perwira emban saat ini, fenomena besarnya pengaruh media sosial ini makin menguatkan kebutuhan akan dimilikinya integritas moral untuk mengukuhkan otoritas formal yang secara resmi diterima saat memperoleh jabatan tersebut.

"Integritas moral ini diperoleh dari kesatuan serta kesesuaian antara tindakan, ucapan dan keputusan dengan apa yang digariskan oleh ketentuan, norma maupun peraturan yang ada. Tegaknya integritas moral ini akan membuahkan pengakuan dari satuan, prajurit yang dipimpin serta masyarakat luas. Dengan senjata integritas moral tersebut, niscaya kepemimpinan para Perwira tidak akan tergoyahkan meskipun era kemajuan teknologi saat ini mampu menghadirkan transparansi yang jernih bagi dunia dalam mengobservasi sepak terjang Anda selaku pimpinan," jelas Mulyono dalam keterangannya.

Mulyono meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk terus membangun kemampuan satuannya dalam rangka kesiapsiagaan operasional tugas-tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis.

Ditambahkannya, kekebalan atau imunitas bangsa yang sejatinya merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang menjadi pemersatu para pendahulu bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman baik dari luar maupun dalam negeri. Daya kekebalan bangsa ini mampu merekatkan bangsa Indonesia dan mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan, serta menangkal sekian banyak  ancaman yang merongrong kemerdekaan yang telah diraih tersebut.

Lanjut Mulyono, terkait ekses dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini muncul jenis kejahatan baru yaitu cyber narcoterorism.

Pelaku kejahatan ini menggunakan dunia maya dan media sosial untuk mengedarkan narkotika guna mendanai kegiatan terorisme di dunia saat ini. Media sosial digunakan untuk memasarkan produk dan merekrut simpatisan.  

"Kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita semua harus mewaspadai, mengantisipasi dan mencegah secara dini cyber narcoterorism yang menjadi musuh bersama bangsa Indonesia saat ini, bahkan musuh bangsa-bangsa di dunia,," demikian Mulyono. [wah]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya