Berita

Foto/Net

Nusantara

Perbaikan Seratusan Sekolah Lain Tetap Dilanjutkan

Polisi Masih Selidiki Korupsi Rehab 119 Sekolah
SENIN, 23 JULI 2018 | 09:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Saat dugaan korupsi proyek rehabilitasi 119 sekolah sedang diselidiki Polda Metro Jaya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta kembali melakukan rehabilitasi seratusan gedung sekolahdi lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Ada 100 lebih sekolah, da­lam waktu dekat ini dari pihak pelaksana sudah mulai melaku­kan pengerjaan," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta, Bowo Irianto.

Bowo mengaku sudah menginstruksikan secara langsung agar mengintensifkan penga­wasan dalam rehabilitasi sera­tusan sekolah itu sesuai dengan aturan yang berlaku.


"Bahkan saya siap turun lang­sung untuk melakukan monitoring," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, du­gaan korupsi proyek rehabilitasi 119 sekolah di DKI Jakarta se­dang diselidiki. Penyelidik Polda Metro Jaya berupaya mengum­pulkan alat bukti. Antara lain memeriksa sejumlah saksi.

Kamis (12/7) lalu, memeriksa bekas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Sopan Adrianto.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi De­riyan mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan keterangan dari berbagai pihak guna memas­tikan apakah terjadi tindak pidana korupsi (tipikor) atau tidak.

Dia menjelaskan, setelah pe­nyelidikan selesai, pihaknya akan melakukan gelar perkara. Jika dalam gelar perkara terse­but ditemukan tindak pidana korupsi, polisi akan langsung memproses lebih lanjut.

Kembali ke rehabilitasi sera­tusan sekolah saat ini, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Sereida Tambunan berharap proyek rehab kali ini tidak seperti tahun sebelumnya. Karena waktu mepet, kontraktor tidak mumpuni. Ini berakibat pada rendahnya kualitas bangunan. Makanya, politisi PDI Perjuangan ini mewanti-wanti agar proyek ini dikerjakan dengan hati-hati dan berkualitas.

"Rehabilitasi sekolah tahun 2017 saat ini tengah dalam penyelidikan Polisi. Jangan sampai berulang lagi. Kalau itu dikerjakan oleh kontraktor besar mudah-mudahan hasilnya bagus," katanya.

Sekretaris Dinas Pendidi­kan Provinsi DKI Jakarta, Susi Nurhayati mengatakan, sebenarnya jumlah sekolah rusak, baik itu rusak total, parah, sedang, maupun ringan sangat banyak di Jakarta. Namun ta­hun ini, pihaknya memprioritaskan merehabilitasi sekolah yang rusak total dan sangat parah.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Gedung Sekolah, Syaiful Hayat menambahkan, kerusakan sekolah yang ditangani oleh Disdik hanya kategori rusak total dan rusak parah.

"Kalau rusak total harus di­robohkan. Sedangkan yang rehab berat itu hanya diganti sebagian saja. Karena itu dilakukan oleh se­mua sudin-sudin," kata Syaiful.

Sedangkan kategori sedang dan rusak ringan akan menjadi tanggung jawab dari sekolah yang bersangkutan.

"Kalau rusak sedang kita enggak ada. Itu masing-masing sekolah. Kalau ringan itu pera­watan seperti ngecat ulang itu kan tanggung jawab pihak seko­lah," tutur Syaiful.

Selama rehabilitasi, kata Syai­ful, seluruh siswa di sekolah itu akan dititipkan untuk belajar di sekolah-sekolah terdekat. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya