Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Prediksi BMKG, Gelombang Tinggi Capai 6 Meter Pada Pekan Ini

MINGGU, 22 JULI 2018 | 23:53 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Gelombang tinggi masih mengancam perairan Indonesia pada pekan ini. Peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa gelombang tinggi akan terjadi pada tanggal 23 hingga 28 Juli.

Kepala BMKG, Dwikora Karnawati menjelaskan bahwa puncak gelombang tinggi akan terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Juli.  

Peringatan dini merupakan kali kedua yang dikeluarkan oleh BMKG di bulan ini. Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini pada 17 Juli lalu. Dalam peringatan itu disebutkan bahwa puncak ekstrim akan terjadi pada tanggal 19 Juli dengan ketinggian gelombang mencapai enam meter.


“Saat ini BMKG perlu kembali memberikan peringatan dini berikutnya sebab diperkirakan pada tanggal 23 hingga 28 Juli 2018 masih akan terjadi gelombang tinggi dan puncak ekstrimnya itu terjadi pada 24 hingga 25 Juli 2018," ujar Dwikora Karnawati di Pisa Kafe Menteng, Jakarta, Minggu (22/7).

Pada pekan ini gelombang akan berada pada ketinggian empat hingga enam meter dan terjadi di perairan laut selatan Indonesia atau yang berhadapan langsung dengan laut Samudera Hindia.

Gelombang tinggi diprediksi terjadi di Perairan Sabang, Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian Selatan ,dan Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa. Kemudian Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu dan Perairan Selatan Pulau Rote.

"Pada tanggal 24 hingga 25 Juli ini gelombang tertinggi mencapai 6 meter," paparnya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut pula, Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk waspada terutama yang tinggal di perairan Indonesia dan memperingatkan para nelayan dan kapal-kapal kecil untuk menunda kegiatan penangkapan ikan dan aktifitas pelayaran kecil lainnya hingga gelombang tinggi mereda.

"Kami imbau kepada seluruh masyarakat, nelayan, terutama yang menggunakan kapal-kapal kecil seperti kapal tongkang untuk menunda semua aktivitasnya di laut sampai gelombang tingginya mereda," pungkasnya. [ian]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya