Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Sebelum Survei LIPI Fahri Sudah Prediksi PKS Tidak Lolos Parliamentary Threshold

JUMAT, 20 JULI 2018 | 18:16 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait partai yang lolos di Pileg 2019.

Menurut Fahri survei LIPI yang menyatakan PKS salah satu partai yang terancam keluar di Pemilu 2019 sesuai dengan perhitungannya.

Fahri tidak kaget jika partai yang membesarkannya, tak lolos ambang batas parlemen 4 persen tersebut.


"Dugaan saya memang begitu, PKS sudah Innalillahi wa innalillahi rojiun," ujar Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (20/7).

Menurutnya, kisruh internal partai menjadi alasan utama PKS tidak bisa lolos ke DPR. Seperti kebijakan yang terkesan memaksa yang membuat sejumlah Bacaleg PKS mundur Pileg 2019 serta banyak kader muda yang disia-siakan oleh partai tersebut.

"Sudah 20 Tahun, PKS ini tidak ada reformasinya, orang tidak boleh kritis, tapi disuruh taat saja. Salah pendapat sedikit bisa diboikot, ketemu saya dan Anis Matta langsung dicoret, orang dari nomor 1 jadi nomor 2, nomor 3, gimana itu, partai ini jadi tidak rasional lagi, makanya dapat diduga akan berakhir," ujarnya.

Berdasarkan data survei elektabilitas partai politik LIPI, empat partai tidak mencapai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen. Elektablitas PKS masih terpaut tipis dengan ambang batas di 3,7 persen. PAN cukup jauh di 2,3 persen, Nasdem 2,1 persen, dan Hanura 1,2 persen.

Sementara, partai baru tidak ada yang berpeluang untuk masuk DPR. Partai Perindo tertinggi dengan elektablitas 2,6 persen, PBB 0,7 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PSI 0,2 persen, Partai Berkarya 0,2 persen. Sedangkan PKPI tak masuk dalam survei. Sedangkan 2 persen memutuskan tidak memilih atau golput. [nes]


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya