Berita

Foto/RMOL

Politik

Ngabalin Jadi Komisaris BUMN, KPK Harus Berani Angkat Suara

JUMAT, 20 JULI 2018 | 15:11 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengangkatan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I, dianggap dapat merusak profesionalisme negara sebagai negara yang berasas bebas KKN.

"Ini sebenarnya merusak iklim daripada profesionalisme negara di sekitar kita," ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7).

Untuk itu ia imbau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk angkat suara mengungkap dugaan KKN dari pengangkatan jabatan yang mengandalkan alasan 'political appointee' atau balas budi politik tersebut.


"Mungkin karena dia pernah jadi tim sukses Joko Widodo jadi diberi jabatan rangkap, sudah anggota KSP jadi komisaris pula, jabatan rangkap inilah yang sebetulnya jadi akar dari conflict of interest negara sebetulnya, sayang tidak ada orang ngomong, KPK tidak ngomong, harusnya KPK yang menentang kasus ini lebih dulu," paparnya.

Ia mengingatkan, rangkap jabatan pun dianggap tidak baik bagi pribadi Ali Mochtar Ngabalin sendiri, serta akan mengganggu kinerjanya baik sebagai KSP maupun sebagai Komisaris AP I.

"Harusnya Pak Ngabalin itu suruh fokus saja sebagai KSP, nge-back up Presiden, jangan keluyuran ke tempat lain, jangan comot sana, comot sini tanpa akurasi, kalau begini jadi ngerusak kerja dia sebagai pejabat pemerintah, begitupun di AP I, semua nya kacau, akan timbul mismanagement di pemerintahan yang lebih parah lagi ke depannya pasti," pungkasnya. [fiq]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya