Berita

Foto/RMOL

Politik

Fahri: Pengangkatan Ngabalin Jadi Komisaris Angkasa Pura I Rusak Citra BUMN

JUMAT, 20 JULI 2018 | 14:36 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengangkatan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I dianggap bisa merusak citra BUMN.

Demikian penilaian dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi pengangkatan jabatan yang dinilai tidak profesional tersebut.

"Itu membuat citra dari BUMN rusak," ujar Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7).


Ia pun meyakini ada unsur balas jasa politik atas pengangkatan tersebut dari Presiden Joko Widodo kepada Ali Mochtar Ngabalin.

"Ada kebingungan membiayai orang-orang yang bekerja sebagai political appointee di sekitar presiden, mungkin karena dianggap gajinya kecil sebagai Jubir Presiden sementara tanggun jawabnya besar, akhirnya muncullah opsi menambah pendapatannya dengan menjadikan Ngabalin sebagai Komisaris AP I,"paparnya.

Hal ini lah yang kemudian dinilainya sebagai awal kerusakan daripada citra BUMN ,di mana BUMN dibebani oleh tanggung jawab mengangkat yang bukan seharusnya menjabat.

"BUMN akhirnya terbebani atas alasan political appointee ini padahal kan BUMN harusnya dipimpin oleh orang yang fokus bekerja membesarkan perusahaan apalagi perusahaan perusahaan itu perusahaan milik rakyat," tambahnya.

Lebih lanjut ia juga melihat adanya kepentingan politik yang hendak masuk ke dalam jabatan baru tersebut, sehingga ini perlu untuk dipertimbangkan kembali.

"Jadi seharusnya pemerintah, Pak Jokowi mencari sumber pembiayaan yang lain untuk timnya yaitu jangan dibiarkan jadi beban BUMN, jangan dibiarkan politik masuk BUMN, kalau permainan politik masuk begitu saja ke proyek-proyek BUMN, jadi rusak BUMN kita itu nanti kan," pungkasnya.

Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I menggantikan anggota yang lama, Selby Nugraha Rahman.

Keputusan itu dilakukan oleh Kementerian BUMN melalui pengumuman perubahan susunan Dewan Komisaris AP I. Selain Ngabalin, Kementerian BUMN juga mengangkat Djoko Sasono dan Tri Budi Satriyo dalam susunan Dewan Komisaris AP I.

Pengangkatan dan pemberhentian susunan komisaris ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I (Persero) Nomor SK-210MBU/07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris serta Penetapan Komisaris Independen PT Angkasa Pura I (Persero) tanggal 19 Juli 2018. [fiq]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya