Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Kumbakarna

JUMAT, 20 JULI 2018 | 06:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DARI kisah Mahabharata, saya paling mengagumi tokoh Bisma Dewabrata yang senantiasa siap mengorbankan diri untuk negara, bangsa dan rakyat Hastinapura sehingga para dewata menganugerahkan kesaktian untuk menentukan saat mati diri sendiri.

Dari kisah Ramayana versi India, saya paling mengagumi tokoh Kumbakarna yang begitu setia kepada negara, bangsa dan rakyat Alengka ( kini = Srilangka ) dengan keyakinan “Right Or Wrong, My Country” sehingga siap mengorbankan diri untuk dibinasakan oleh panah Rama.

Tidur

Kumbakarna bersosok raksasa sakti mandraguna dan arif-bijaksana. Kumbakarna ingin hidup damai dengan tidak diganggu dan tidak menganggu orang lain maka kerjanya hanya tidur melulu.

Kumbakarna bersosok raksasa sakti mandraguna dan arif-bijaksana. Kumbakarna ingin hidup damai dengan tidak diganggu dan tidak menganggu orang lain maka kerjanya hanya tidur melulu.

Pada saat Rahwana kehabisan punggawa mau pun para anggota keluarganya ketika melawan laskar wanara di bawah pimpinan Hanuman sebagai jendral angkatan bersenjata Rama maka harapan satu-satunya yang tersisa adalah adiknya yaitu Kumbakarna.

Rahwana datang ke goa di mana Kumbakarna tidur berkelanjutan untuk membangunkan Kumbakarna.

Upeti

Rahwana membawa hidangan makanan yang digemari Kumbakara sebagai semacam upeti atau suap untuk adiknya. Kumbakarna segera melahap habis segenap makanan yang dihidangkan oleh kakaknya.

Setelah kenyang, Kumbakarna bertanya ada apa Rahwana datang menemui dia. Rahwana menjawab bahwa dia butuh bantuan Kumbakarna untuk melawan laskar Rama.

Kumbakarna menjawab bahwa bencana yang dihadapi Rahwana merupakan kualat akibat angkara murka Rahwana menculik Shinta isteri Rama, maka Kumbakarna tidak mau membantu kakaknya.

Rahwana langsung marah sambil mencacimaki Kumbakarna tidak tahu budi telah memakan segenap makanan yang dihidangkan sang kakak kepada sang adik. Kumbakarna langsung mengerahkan kesaktiannya untuk memuntahkan kembali segenap makanan yang disajikan Rahwana. Rahwana terkejut lalu langsung menangis tersedu-sedu sebab permintaannya ditolak adiknya.

Bela Negara, Bangsa, Dan Rakyat
Melihat kakaknya menangis tersedu-sedu, Kumbakarna merasa kasihan lalu bersabda “Saya tidak akan melawan musuh demi membela kamu yang jelas bersalah. Namun saya akan melawan musuh demi membela negara, bangsa dan rakyatku “. Langsung Kumbakarna berangkat ke medan perang demi membela negara, bangsa dan rakyat Alengkadiraja.

Segenap laskar wanara di bawah pimpinan Hanuman termasuk Hanuman sendiri terbukti kewalahan akibat tidak mampu melawan kesakti-mandragunaan Kumbakarna yang memang tidak terkalahkan oleh siapa pun.

Hanya atas bocoran rahasia titik kelemahan Kumbakarna yang dibocorkan oleh adik bungsu Rahwana, Gunawan Wibisana yang berkhianat berpihak ke Rama, barulah panah Rama berhasil menewaskan Kumbakarna.

Wayang Purwa
Demikian kisah Kumbakarna menurut Ramayana versi India yang di persada Nusantara berkembang menjadi Wayang Purwa. Istilah “versi India” penting ditegaskan sebab ada pula Ramayana versi Srilanka yang dahulu disebut sebagai Alengka oleh masyarakat India.

Logis bahwa versi Srilanka bertolak belakang dengan versi India, maka pada Ramayana versi Srilanka: Rahwana tokoh baik, sementara Rama tokoh jahat.

Semua itu membuktikan bahwa kebenaran adalah kontekstual akibat relatif dan subyektif tergantung dari sisi apa dan siapa dipandang. Maka Kumbakarna bukan membela kebenaran namun membela negara, bangsa dan rakyatnya. [***]


Penulis adalah pembelajar Wayang Purwa


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya