Berita

Lathifa M. Al Anshori/Net

Nusantara

Kecelakaan Laut Jangan Dipandang Sebatas Force Majeure

KAMIS, 19 JULI 2018 | 20:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kecelakaan laut yang kembali terjadi di tanah air tidak boleh dipandang semata-mata sebuah force majeure atau ada kekuatan di luar kehendak manusia.

Dengan teknologi seperti satelit, sonar, radar, dan komunikasi, juga ilmu klimatologi dan hidrografi, peringatan dini kepada kapal-kapal yang akan berlayar seharusnya bisa dilakukan.

Begitu kata Co-Founder The Maritime Society Lathifa M. Al Anshori menanggapi tenggelamnya kapal Joko Berek di Pantai Puger, Jember, Jawa Timur akibat diterjang gelombang tinggi pada Kamis (19/7) pagi.


“Gelombang setinggi 4 meter pada dasarnya tidak semerta-merta sebuah anomali, tetapi ada indikasi dan pola. Jadi, jika tiba-tiba kapal retak, bocor, atau semacamnya, dengan atau tanpa keterlibatan alam, maka ada perlunya kita meredifisi arti force majeure. Karena menjadi sangat jelas mana yang natural caused dan mana yang diakibatkan dari kelalaian,” jelasnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Namun demikian Lathifa mengaku kagum dengan semangat untuk Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang berusaha membuat aturan pelayaran dilaksanakan secara tertib.

“Salut juga untuk tim Polres Jember, Posal Puger, Basarnas dan BNPB (BKO kedua badan tersebut), Polsek dan Koramil Puger, juga tim medis serta masyarakat yang tanpa pamrih dan kenal lelah mengupayakan penyelamatan korban,” jelas bacaleg DPR Partai Nasdem dari Dapil Jawa Timur V itu.

Lebih lanjut, dia turut mengucapkan duka mendalam kepada keluarga korban yang meninggal akibat bencana ini.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, kapal itu berisi 21 orang. Saat ini tercatat sebanyak 8 orang awak kapal selamat, 6 orang awak kapal meninggal dunia, dan 7 orang awak kapal hilang.

Insiden ini cukup memprihatinkan bagi negeri ini. Sebab di saat pemerintah gencar mendengungkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, justru insiden kapal tenggelam bertubi-tubi datang.

Sebelumnya, kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba dan KM Lestari Maju tenggelam di Perairan Kepulauan Selayar. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya