Berita

Foto/RMOL

Mentan: Kebijakan Pangan RI Saat Ini Sudah Lebih Baik

KAMIS, 19 JULI 2018 | 20:41 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Kebijakan pangan dari pemerintahan saat ini, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dinilai sudah lebih baik dibandingkan awal-awal pemerintahan keduanya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kondisi saat ini sangat berbeda dengan kondisi pangan jika dibandingkan dua tahun lalu.

"Dulu, dua tahun yang lalu, itu pengakuan mereka (peternak dan petani)  terutama peternak ayam, mereka mengeluh, harga telur dulu hancur-hancuran dan banyak peternak gulung tikar, dua tahun terakhir ini justru mulai bangkit," ujar Amran di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).


"Kebijakan selalu kami keluarkan sesuai regulasi yang diperintahkan bapak Presiden agar bagaimana peternak kecil tumbuh, juga yang besar tumbuh, pengusahanya juga bisa untung konsumennya juga tersenyum," tambahnya.

Terkait harga telur yang sepekan ini sempat naik menjadi Rp 30.000 per kg, menurut Amran masih lebih mending bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Dulu saat harga pangan naik, butuh tiga tahun lebih untuk menurunkan harga tersebut, di pemerintahan sekarang cukup satu minggu saja sudah turun, pemerintahan sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya, jadi tolong jangan ditambah persoalan, masih banyak komunitas strategis yang kami ingin selesaikan, mohon kerjasamanya," paparnya.

Saat ini, Kementerian Pertanian telah berhasil menurunkan harga telur tersebut menjadi Rp 19.500 per kg dan telah disebarkan ke 43 pasar se Jabodetabek, serta direncanakan juga akan disebar ke kota-kota besar seluruh Indonesia. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya