Berita

Jaya Suprana

Humorologi Alasanologi Harga Telur Piala Dunia

RABU, 18 JULI 2018 | 09:59 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Rakyat Merdeka Online 17 Juli 2018 memberitakan bahwa pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mengatakan melonjaknya harga telur gara-gara gelaran pesta sepak bola Piala Dunia tahun 2018 dikritisi.

Dicopot
Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan, pernyataan semacam itu menunjukkan tingkat kapabilitas Enggartiasto yang rendah. "Saya rasa sudah tabiat para menteri Jokowi ini. Utamanya Enggar, eks Ketua REI dan besar di era Orba. Dulu dia bilang suruh tanam cabai ketika cabai mahal. Ini menunjukkan kapabilitas yang rendah dari seorang Enggar," ketusnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/7).

Makanya, menurut dia, Enggar sudah sangat layak dicopot dari jabatannya sebagai Mendag. Namun, dia menyangsikan keberanian Presiden Jokowi untuk itu. "Sangat layak (dicopot). Cuma emang berani Jokowi. Sudah tahu publik salah satu remote kan Bos Enggar," pungkas aktivis mahasiswa 1998 ini.  Sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartriasto Lukita mengonfirmasi bahwa memang ada kaitan langsung antara piala dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga. Selama gelaran sepakbola dunia itu, permintaan telur memang meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepak bola.

Makanya, menurut dia, Enggar sudah sangat layak dicopot dari jabatannya sebagai Mendag. Namun, dia menyangsikan keberanian Presiden Jokowi untuk itu. "Sangat layak (dicopot). Cuma emang berani Jokowi. Sudah tahu publik salah satu remote kan Bos Enggar," pungkas aktivis mahasiswa 1998 ini.  Sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartriasto Lukita mengonfirmasi bahwa memang ada kaitan langsung antara piala dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga. Selama gelaran sepakbola dunia itu, permintaan telur memang meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepak bola.

Kelirumologi
Seperti biasa, pemberitaan RMOL memang senantiasa serta niscaya menarik disimak untuk direnungkan lebih lanjut. Memang sekilas terkesan bahwa tidak ada kaitan antara kenaikan harga telur dengan perhelatan Piala Dunia 2018 maka secara kelirumologis rawan timbul kesan bahwa Menperdag yang mengaitkan dua hal tanpa terkaitan itu memang mengada-ada maka layak dicopot.

Alasanologi
Namun apabila direnung secara alasanologis plus humorologis dengan asumsi yang dimaksud dengan telur adalah telur ayam bukan telur kodok dan bola adalah bola sepakbola bukan football Amerika Serikat sebenarnya dapat disimpulkan bahwa Menperdag ada benarnya juga maka tidak layak dicopot.  Alasan pertama adalah bentuk telur ayam dan bentuk bola memang sebenarnya memiliki analogi keterkaitan yaitu sama-sama bundar hanya beda dalam hal bundarnya bola benar-benar bundar serrr sementara bundarnya telur ayam agak lojong akibat mengerucut di satu sisi. Juga dalam hal kekerasan tidak sama karena bola tidak pecah apabila ditendang-tendang sementara telur ayam akan pecah apabila ditendang dalam kondisi mentah meski apabila direbus sampai lebih dari satu jam mungkin tidak akan pecah ditendang kecuali apabila terus menerus ditendang-tendang sambil diinjak-injak.

Humorologi
Alasan kedua adalah Memperdag sebenarnya sekedar berusaha membela diri dengan menggunakan indera humor kelas dewata langitan yang secara humorologis dapat dimengerti bahwa memang akan sulit dimengerti apabila direnung dengan jangkauan logika kelas awam duniawi belaka. Maka harapan bahwa Menteri Perdagangan, Enggartriasto Lukita akan dicopot gara-gara mengaitkan harga telur dengan Piala Dunia pada hakikatnya hanya ibarat menggantang asap sambil jauh panggang dari api akibat fakta empirik telah membuktikan bahwa para menteri yang dicopot seperti Rizal Ramli, Anies Baswedan, Sudirman Said, Rachmat Gobel, Saleh Husin adalah mereka yang berani menyatakan yang benar sebagai benar dan yang tidak benar sebagai yang tidak benar. [***]

(Penulis adalah penggagas Kelirumologi, Alasanologi dan Humorologi)

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya