Berita

Foto/Net

Bisnis

Divestasi 51% Saham Freeport Indonesia, Siapa Yang Akan Jadi Pengendali?

SABTU, 14 JULI 2018 | 16:56 WIB | OLEH: ABDULRACHIM K

HEAD of Agreement (HoA-Kesepakatan Pokok ) dari divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia telah ditanda tangani. Ini hasil negosiasi yang sangat panjang, 1,5 tahun karena memang PTFI sangat bandel .

Negosiasi inipun dilakukan setelah PTFI "dikepret" oleh Dr Rizal Ramli Menko Maritim pada Oktober 2015 karena Sudirman Said Menteri ESDM waktu itu mengirimkan surat ke PTFI, yang isinya memberi sinyal akan memperpanjang kontrak PTFI tanpa ada usaha untuk memperbaiki Kontrak Karya yang selama ini sangat merugikan Indonesia dengan royalti yang rendah, pengrusakan lingkungan dan pajak yang rendah karena hanya ekspor konsentrat dsb.

Presiden Jokowi membutuhkan waktu cukup lama untuk akhirnya membatalkan tindakan ke arah perpanjangan kontrak PTFI tanpa perbaikan kontraknya. Bahkan akhirnya Presiden Jokowi memerintahkan Jonan, Menteri ESDM berikutnya untuk bernegosiasi dengan PTFI terutama dalam hal merubah Kontrak Karya menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), harus bangun smelter ( sudah ada perintahnya sejak KK 1991,UU Minerba 4/2009 ) yang selama ini diabaikan oleh PTFI ( sudah diabaikan selama 27 tahun ), memperbaiki pajak, royalti, retribusi, dan memperbaiki lingkungan hidup .


HoA sudah ditanda tangani, sudah ada konperensi pers, tetapi belum ada transparansi. Keterangan resmi mengenai isi HoA itu sendiri belum disiarkan ke publik. Rencana tahapan dan waktu pencapaian (time frame) dari divestasi 51% itu sendiri belum diumumkan. Bahkan yang paling penting masih sangat belum jelas bagaimana kontraknya nanti.

Apakah dengan divestasi 51% itu Pemerintah Insonesia melalui PT Inalum menjadi pengendali atau yang mengendalikan PTFI tetap pihak Freeport Mc Moran?

Pertanyaan ini bukan mengada-ada , karena cerita dari teman yang mengalaminya sendiri , benar-benar terjadi di Exxon Cepu (Pertamina EP Cepu) saham pihak Indonesia melalui PT Pertamina dan BUMD 55% namun pengendalinya tetap Exxon Mobil. Baik mengendalikan manajemen , SDM maupun dari segi teknisnya .

Ini karena detail kontraknya (Joint Operation Agreement) dibuat seperti itu . Disinilah permainan birokrasi didalam penyusunan kontrak. Padahal di mana-mana kalau saham mayoritas pasti menjadi pengendali perusahaan.

Kontrak kerjasama yang buruk bisa juga menjadi penyebab betapa buruknya dan betapa merugikannya performance di sektor minyak kita yang produksinya turun tetapi cost recovery-nya naik terus.

Karena itu dalam kontrak kerjasama di PTFI setelah divestasi 51% harus jelas sekali bahwa pengendali perusahaan adalah PT Inalum sebagai pemegang mandat dari pemerintah Indonesia. Untuk menjamin terlaksananya hal itu maka semua prosesnya harus transparan.  [***]

Penulis adalah analis sosial politik, aktivis 77/78

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya