Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Balik Semprot Susi

JUMAT, 13 JULI 2018 | 17:50 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Aksi saling balas kritik antara Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Twitter kian memanas.

Kemarin, Susi membalas kritikan Fahri lewat akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Fahri dengan santai balik serang Susi untuk koreksi kebijakannya.

Menurut Fahri kebijakan Bu Susi telah menciptakan kemiskinan di masyarakat.


"Dia keliru itu, apapun yang dia lakukan kalau efeknya rakyat miskin itu tidak bisa dibenarkan, mau alasan konservasi ataupun omong kosong lainnya," ujar Fahridi Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7).

Ia juga mengkritisi kebijakan Susi terkait penangkapan iklan ilegal. Menurutnya Susi telah salah kaprah dengan jabatan yang diemban.

Fahari menilai Susi bukan bertugas menegakkan hukum. Seharusnya Susi bisa merangkul Panglima TNI dan Kapolri untuk menyeret oknum nakal yang melindungi para ilegal fishing.

"Tidak usah dia yang bertugas, sampai-sampai mau supaya hukumnya dia yang buat, tugas dia itu armada eksplorasi laut. Menuntun dan mengajak rakyat Indonesia supaya beralih ke laut, itu konsep poros maritim, poros maritim itu bukan berarti merubah bu Susi menjadi penegak hukum, poros maritim itu artinya merubah mental bangsa Indonesia supaya melihat ke laut," jelas Fahri.

Hukum yang patutnya ditegakkan oleh Susi bukanlah menenggelamkan kapal asing. Menurutnya yang perlu dibangun Susi bukanlah pencitraan seperti itu melainkan membangun ekonomi kemasyarakatan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir tersebut.

"Ekonomi itu harus terintegrasi, ada unsur konservasinya tapi juga harus ada unsur kemasyarakatan, kesejahteraan dan ekonomi, ada unsur keberlanjutan, ini tiga-tiganya harus ada, jangan di awal-awal karena hanya ingin 'show' kepada orang asing lalu masyarakat dibiarkan miskin, itu salah," tututnya. [nes]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya