Berita

Eni Maulani Saragih/Net

Politik

Dipertanyakan, Kenapa Pemerintah Divestasi Saham Freeport Baru Sekarang Dan Harga Mahal

JUMAT, 13 JULI 2018 | 14:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) bersama Rio Tinto dan Freeport McMoran Inc (FCX) akhirnya menyepakati pokok-pokok perjanjian atau Head of Agreement (HoA) terkait proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengatakan, dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper lnvestama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTFI.

"Nilai dana divestasi sebesar 3,85 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 55,44 triliun tidaklah kecil," ujar Eni dalam keterangannya, Jumat (13/7).


Sebab, kata politikus Golkar ini, di tengah target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih membutuhkan banyak suntikan modal, pemerintah malah harus mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli saham PTFI.

"Apalagi nilai tukar rupiah atas dolar berada dititik kritis, sehingga pemerintah harus membendungnya untuk menjaga pelemahan rupiah yang bisa berdampak sistemik kepada cadangan keuangan nasional," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Eni mempertanyakan kenapa pemerintah melakukan divestasi saham saat ini dengan harga mahal. Padahal skema kontrak PTFI akan berakhir di tahun 2021.

"Sebetulnya pemerintah bisa mengatur PTFI jika ingin memperpanjang kontrak baru melalui syarat perpajangan kontrak, karena posisi pemerintah kuat. Ini yang saya tidak bisa pahami," kritik Eni.

Eni menuturkan, tarik ulur divestasi saham PTFI sebetulnya telah berlangsung lebih dari dua dekade dengan berbagai perubahan regulasi. Dimulai dari Kontrak Karya II pada 1991 yang memuat ketentuan Freeport wajib melakukan divestasi 51 persen sahamnya yang tidak kunjung terealisasi.

"Baru pada 2018 dicapai kesepakatan divestasi antara Inalum, Rio Tinto dan Freeport McMoran," tandasnya.

Dengan kondisi ekonomi seperti saat ini, lanjut Eni, seharusnya pemerintah berhitung dengan memiliki skema lain. "Apalagi pemerintah memiliki peluang dalam kesepakatan baru dalam misi perpanjangan kontrak PTFI di Indonesia yang mulai diajukan di tahun 2019," saran dia.

Hal itu kata dia menjadi penting untuk mempertegas kepentingan transaksi divestasi ini untuk kepentingan nasional dengan memperkecil celah kerugian keuangan negara. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Cara Cek Status Eligible Magang Kemnaker 2026, Alasan Tidak Lolos Verifikasi

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:22

Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:19

Panglima: TNI AD Sumbang 55 Persen Produksi Beras Nasional 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:53

Profil Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:26

Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:19

Halaqah Pra Muktamar NU Diawali Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:17

Prabowo Putuskan Bangun Minimal 30 Pabrik Bioetanol di Indonesia

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:16

Jadwal Final dan Perebutan Posisi 3 Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Prancis Tantang Inggris

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:07

Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM di Sumut

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Pramono Buka Jalan Alumni PKM Berdakwah di Masjid Milik Pemprov DKI

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:41

Selengkapnya