Berita

Foto/Net

Bisnis

KAI Ngarep Rp 3,6 T Bisa Cair Bulan Ini

Kantongi Tambahan Modal Negara
KAMIS, 12 JULI 2018 | 10:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) menyambut baik du­kungan pemerintah yang akan memberikan tambahan Penyer­taan Modal Negara (PMN) sebe­sar Rp 3,6 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018.Vice President (VP) Public Rela­tions KAI, Agus Komarudin men­gakui, tambahan suntikan modal tersebut memang akan digunakan untuk melanjutkan dukungan ter­hadap proyek strategis nasional sekaligus untuk memperbaiki struktur permodalan dalam men­ingkatkan kapasitas usaha.

"Iya, dana dari PMN ini memang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek strategis nasional yang digencarkan pemerintah, khusus­nya untuk proyek LRT (light rail transit) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi)," akunya mela­lui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin malam.

Ia berharap, tambahan suntikan modal dari PMN tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk melan­jutkan pembangunan LRT yang tengah berjalan. "Mudah-mudahan paling cepat bisa bulan ini (pen­cairan dana PMN)," katanya.


Terpisah, PT Adhi Karya (Perse­ro) selaku kontraktor menargetkan LRT Jabodebek sudah mulai diuji coba melintas (running test) pada Mei-Juni 2019. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Sistem dan Investasi Adhi Karya, Agus Karianto mengatakan, bila uji coba melintas tidak memungkinkan di­lakukan secara keseluruhan, maka akan dilakukan bertahap.

"Setelah Mei-Juni kita sudah mulai running test, diharapkan seperti itu. Tapi, mungkin secara bertahap. Kalau tidak bisa secara keseluruhan, paling tidak dari lin­tas layanan I dan III bisa dilakukan test dulu," katanya usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, kemarin.

Sayangnya, ia belum bisa bi­cara lebih lanjut terkait kapan tepatnya LRT Jabodebek siap beroperasi. Menurutnya, hal itu tergantung PT KAI (Persero) selaku operator. "Nah itu sangat tergantung KAI nanti, kesiapan dari operatornya. Operatornya kan KAI," imbuhnya.

Hingga akhir Juni 2018, pro­gres fisik proyek LRT Jabodebek Tahap I secara total sudah men­capai 40 persen.

Sebelumnya, dikutip dari Setkab.go.id, pada Juli 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2018 tentang Penamba­han Penyertaan Modal Negara Re­publik Indonesia ke dalam Modal Saham pada saham Perusahaan Perseoran (Persero) PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). "Nilai peny­ertaan modal negara sebagaimana dimaksud Rp 3,6 triliun," demikian bunyi Pasal 2 ayat 1 PP, seperti dikutip Setkab.go.id.

Penambahan penyertaan modal tersebut, dalam rangka melanjutkan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional mela­lui penugasan kepada PT KAI sesuai dengan Perpres Perce­patan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek).

Yang mana, dananya bersum­ber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018. "Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," demikian bunyi Pasal 3 Peraturan Pemerin­tah Nomor 26 Tahun 2018, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly pada 4 Juli 2018 itu. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya