Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Hasil Survei LSI Positif Untuk Demokrat, AHY Akan Terus Didorong

RABU, 11 JULI 2018 | 14:50 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Partai Demokrat membenarkan ada perubahan tren pemilih setelah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menanggapi rilis terbaru hasil survei LSI Denny JA.

LSI mencatat, elektabilitas petahana Joko Widodo masih di bawah 50 persen tepatnya 49,30 persen. Sementara kampanye ganti presiden (#2019GantiPresiden) semakin populer dan disukai. Dari dikenal 50,80 persen sebelum Pilkada (Mei), menjadi dikenal 60,50 persen pada Juli.


"Terimakasih kepada semua lembaga survei atas kerja kerasnya memberikan informasi. Dari LSI ini jelas kita bisa lihat bahwa ada perubahan dari segi pemilih, karena kita ketahui sekarang ini dunia kan trennya menginginkan pemimpin yang muda, enerjik, gesit, mumpuni," ujar Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Dalam survei tersebut dipaparkan bahwa nama politisi muda Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono kerap menempati peringkat tiga besar sebagai cawapres terfavorit bila bersanding dengan lawan Joko Widodo.

Anies-AHY 33.4 persen, Gatot-AHY 21.5 persen, dan Prabowo-AHY 12.3 persen.

Menilai hal tersebut, Agus yang menjabat wakil ketua DPR itu semakin optimis terhadap elektabilitas AHY sebagai cawapres.

"Elektabilitas dari Mas AHY itu memang sekarang menempati posisi yang tertinggi untuk wakil presiden, untuk itu kami tentu akan terus mendorong Mas AHY untuk maju di Pilpres 2019 nanti," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya