Berita

Foto/Net

Bisnis

BUMN Kompak Jalankan Program Digital Pertanian

Angkat Kesejahteraan Petani
SELASA, 10 JULI 2018 | 08:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) didukung sejumlah perusahaan negara berkomitmen mengangkat kesejahteraan petani lewat program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Pertanian.

 Program ini diimplementa­sikan di sembilan Kabupaten di Jawa Barat yakni Indramayu, Karawang, Purwakarta, Maja­lengka, Sumedang, Cianjur, Gar­ut, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Lewat Program tersebut, diya­kini bisa meningkatkan posisi para petani, dari sebagai penggarap lah­an yang tidak memiliki akses pasar dan kendali pada harga produksi, menjadi pemilik bersama atas entitas bisnis dengan model yang memberikan keuntungan maksi­mal bagi para petani.


"Tahap-tahap awal yang menja­di kunci program Kewirausahaan Pertanian telah diwujudkan dalam bentuk piloting berupa entitas-entitas bisnis PT Mitra BUM­DES Bersama (MBB) berbasis kerjasama komunitas di sebelas kecamatan dalam sembilan ka­bupaten," papar Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Far­masi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro di Jakarta, kemarin.

Program Kewirausahaan Per­tanian dan Digitalisasi Pertanian telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada awal Juni 2018. Lebih dari 7 ribu petani di Sli­yeg dilibatkan dalam program itu sehingga memungkinkan penyerapan beras petani dengan harga yang baik.

Bahkan lewat MBB Sliyeg, te­lah dibangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Sliyeg di desa Majasari, lengkap dengan mesin pengering berkapasitas 30 ton per siklus, mesin peng­giling berkapasitas 3 ton gabah per jam, dan mesin pengemasan berkapasitas 4 ton beras per jam. Salah satu arahan Presiden kala meresmikan program tersebut adalah, kewirausahaan pertanian harus memiliki skala yang besar untuk memastikan efektivitas dan nilai tambah bagi petani. e­hingga, petani dapat merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Jokowi pun akan terus memantau program ini selama enam bulan. Apabila berhasil, program tersebut akan diangkat menjadi program nasional.

"Kami akan terus melakukan proses edukasi dan sosialisasi sistem digital pertanian hingga September 2018. Kemudian pada Oktober dan November diharapkan proses pengalihan pola petani menjual gabah men­jadi petani menjual beras sudah bisa terjadi pada panen raya di Sliyeg,"  bebernya.

Ia berharap pada Tahun 2019, perluasan program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian sudah bisa diimplemen­tasikan ke seluruh kabupaten di Indonesia.

"Peran perbankan jelas. Aspek permodalan bisa kami penuhi. Lalu, akan dibantu dengan baik dari segi pembinaan dan teknologi oleh Telkom bersama sejumlah BUMN sektor Pangan. Sehingga semua aspek bisa terpenuhi," kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto.

Dikembangkan Telkom


Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Ban­gun juga optimistis, program ini membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Ter­lebih, pembinaan dan digitalisasi sistem pertanian dikembangkan Telkom Indonesia, sistemnya ter­integrasi melalui aplikasi digital pertanian yang disebut Logistik Tani (Logtan).

Dengan Logtan, dapat dilaku­kan pendataan petani, lahan, dan aktivitas pertanian lainnya yang dapat digunakan dalam pemrosesan layanan pertanian seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), penyerapan beras, serta pembelian saprotan (sarana produksi pertanian).

"Informasi yang terekam da­lam Logtan telah divalidasi lang­sung ke lapangan dan dilengkapi dengan dokumen pendukung (foto petani, foto lahan, doku­men KTP, dan dokumen KK)," terangnya.

Keberadaan Mitra BUMDes Bersama pun cukup strategis mewujudkan kesejahteraan petani. Sebab, Mitra BUM­Des bertugas membangun Sen­tra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) yang memiliki mesin-mesin pengering dan penggiling gabah untuk digunakan para petani, sehingga petani dapat menjual hasil panennya dalam bentuk beras.

Digitalisasi sistem Pertanian akan membuat pengelolaan bisnis yang modern dalam Kewirausahaan Pertanian, ter­masuk pemanfaatan perangkat ERP (Enterprise Resource Plan­ning) dan POS (Point of Sales) oleh petani. David menilai, ERP memungkinkan alur pen­danaan, bahan baku, produksi, dan sistem pendukung dapat diperbaharui secara cepat dan dipantau secara akurat.

Sementara POS akan memu­dahkan proses penjualan dan pemantauan data-data penjualan. POS telah terintegrasi dengan ERP, sehingga seluruh aktivitas MBB di seluruh Indonesia da­pat teragregasi dan termonitor langsung untuk level nasional. Dengan skala penyerapan yang memadai, Mitra BUMDes juga dapat melakukan akses pasar dan memberikan harga yang lebih menguntungkan bagi petani.

Program Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian ini didu­kung sinergi sejumlah BUMN, di­antaranya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Perum Bulog. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya