Berita

Muhammad Zainul Majdi/Net

Politik

Dukung Jokowi, Etika Organisasi TGB Dinilai Kurang

SENIN, 09 JULI 2018 | 01:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang mendukung Jokowi dua periode menjadi polemik tersendiri dalam tubuh Partai Demokrat.
Direktur Eksekutif Rajawali Nusantara Akbar Yahya Yogerasi menilai langah tersebut sangat tidak elok lantaran TGB saat ini masih menjadi kader sekaligus anggota Majelis Tinggi Demokrat.

Menurut Akbar seharusnya pernyataan tersebut dikomunikasikan terlebih dahulu dengan DPP Partai Demokrat. Berbeda jika pernyataan TGB dilontarkan secara pribadi dan sudah keluar dari Demokrat.

"Sebagai Anggota Majelis Tinggi, alangkah baiknya hal itu dibicarakan atau dibahas dulu di Majelis Tinggi Demokrat," ucap Akbar di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu, (8/7).

"Sebagai Anggota Majelis Tinggi, alangkah baiknya hal itu dibicarakan atau dibahas dulu di Majelis Tinggi Demokrat," ucap Akbar di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Minggu, (8/7).

Akbar menilai langkah suwon ke Majelis Tinggi Demokrat dimaksudkan agar tidak terjadi kegaduhan di internal. Terlebih sejauh ini partai belum memutuskan kemana akan berkoalisi.

Menurutnya sangat tidak etis, bagi seorang anggota Majelis Tinggi Demokrat  membuat pernyataan publik yang mengundang kontroversi.

"Secara organisatoris tidak bisa seperti itu, Pak TGB tetap harus membicarakannya dengan Majelis Tinggi," pungkasnya.  [nes]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya