Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Siap Mental Rupiah Anjlok

JUMAT, 06 JULI 2018 | 06:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT sudah terlalu banyak pihak menulis buku pedoman merasa bahagia maka saya menulis buku pedoman tidak bahagia.

Di dalam buku berjudul "Pedoman Menuju Tidak Bahagia" yang diterbitkan Elex Komputindo, saya menawarkan beberapa saran yang ampuh untuk merasa tidak bahagia.

Satu di antara sekian banyak cara paling ampuh untuk merasa tidak bahagia adalah membandingkan nasib diri sendiri dengan nasib orang yang lain yang terkesan lebih beruntung. Bagi yang ingin merasa bahagia mudah saja, yaitu silakan modifikasi saran saya menjadi membandingkan nasib diri sendiri dengan nasib orang yang terkesan tidak lebih.


Anjlok
Keanjlokan nilai mata uang terhadap Dolar Amerika Serikat pada Jumat 29 Juni 2018 sempat menyentuh level lebih sedikit di atas Rp14.500 per USD.

Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa depresiasi alias kemerosotan nilai Rupiah terhadap USD pada tahun 2018 mulai Januari sampai saat ini berkisar sekitar 5,7 persen. Nilai tersebut bersifat netral sampai bagaimana kita membandingkan nasib Rupiah dengan mata uang negara lain.

Negatif
Nilai netral tersebut langsung menjadi negatif apabila kita membandingkan nasib Rupiah dengan nasib mata uang Singapura, Thailand dan Hongkong dalam konon terkena dampak Perang Dagang Amerika Serikat versus Republik Rakyat China.

Sementara mata uang Indonesia mengalami depresiasi 5,7 persen ternyata depresiasi mata uang Singapura 2,4 persen, Thailand sebesar 1,6 persen, dan Hong Kong sebesar 0,4 persen. Maka dengan membandingkan diri ke Singapura, Thailand, Hongkong, kita memang memiliki cukup alasan untuk merasa tidak bahagia dan silakan menyalahkan ke sana ke mari termasuk Menkeu Sri Mulyani sampai Presiden Jokowi.

Positif
Namun apabila kita membandingkan kemerosotan nilai Rupiah 5,6 persen dengan kemerosotan nilai mata uang Argentina 32 persen, Turki 18 persen, Brasil 14 persen, Rusia 9 persen, India 7,7 persen dan Filipina 6,7 persen maka nilai netral langsung menjadi positif membuat sanubari merasa bahagia. Layaklah kita bersyukur-Alhamdullilah sebab kemerosotan nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat tidak seburuk Peso Filipina, Rupee India, Rubel Rusia, Real Brasil, Lira Turki apalagi Peso Argentina.

Maka marilah kita menyanjung Menkeu Sri Mulyani sampai Presiden Jokowi yang telah terbukti mampu menyelamatkan nasib buruk Indonesia menjadi tidak lebih buruk ketimbang Filipina, India, Rusia, Brasil, apalagi Argentina meski tidak lebih baik ketimbang Singapura, Thailand apalagi Hongkong. [***]


Penulis adalah pembelajar politik keuangan dunia 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya