Berita

Yerry Mina/Net

Jaya Suprana

Kedigdayaan Sundulan Kepala Yerry Mina

KAMIS, 05 JULI 2018 | 10:58 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA laga terakhir babak 18 besar Piala Dunia menghadapi Kolombia , sang maha penyerang Inggris berkaos nomor 9 , Harry Kane melakukan tendangan penalti ke arah tengah gawang Kolombia.

Sementara penjaga gawang Kolombia bergerak ke arah kanan sehingga Inggris pesta pora unggul satu gol.

Keunggulan Inggris bertahan sampai dengan menit ke 93 di mana bek Kolombia berkaos nomor 13, Yerry Mina yang berukuran tubuh 195 centimeter itu mendadak melompat tinggi dengan kepala menyundul bola umpan Juan Cuadrado melesat masuk gawang Inggris sehingga skor menjadi sama kuat atau sama lemah 1 lawan 1.


Tiga Gol
Pemilik kepala penyundul bola yang membuat Inggris sempat ketar-ketir harus pulang kandang itu sebelumnya pada babak awal Piala Dunia 2018 secara dramatis sudah menyundul bola masuk gawang Senegal pada menit ke 74 laga Kolombia-Senegal di stadion Samara Arena 28 Juni 2018.

Tiga hari sebelumnya , Yerry Mina dengan kepala saktinya secara ajaib mencetak gol untuk bangsanya pada menit ke 40 pada laga Kolombia melawan Polandia di stadion Kazan Arena. Berarti Yerry Mina berhasil menyundul tiga gol masuk gawang musuh pada perhelatan Piala Dunia 2018.

Sayang

Sayang, Kolombia terpaksa pulang kandang akibat kalah adu penalti melawan Inggris mungkin akibat penalti sulit dilakukan dengan sundulan kepala, lazimnya tendangan kaki. Sehingga tidak ada kesempatan lebih lanjut di Piala Dunia 2018 bagi Yerry Mina untuk pamer kesaktian mencetak gol dengan sundulan kepala.

Andaikata diberi kesempatan bukan mustahil  Yerry Mina mampu memecahkan rekor lima gol  yang disundul kepala punggawa Jerman, Miskoslav Klose sepanjang perhelatan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korsel.

Insya Allah, Yerry Mina akan memperoleh kesempatan untuk membuktikan kedigdayaan sundulan kepalanya pada Piala Dunia 2022 di Qatar. [***]


Penulis mendambakan Indonesia tidak ketinggalan ikut berlaga di Piala Dunia 2022

 

 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya