Berita

Foto/Net

Bisnis

Nih, 400 Pekerja Pelabuhan Di-PHK

Disnaker Diminta Turun Tangan
KAMIS, 05 JULI 2018 | 08:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebanyak 400 pekerja pelabuhan di Jakarta men­galami pemutusan hubun­gan kerja (PHK) massal tahun ini.

Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) me­nilai PHK massal ini su­dah melanggar sejumlah peraturan. Mereka mendesak Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta segera turun tangan.

Ketua Umum FPPI, Nova Sofyan Hakim menutur­kan, PHK massal ini ber­mula pada 1 Januari 2018 di saat manajemen Jakarta International Container Terminal (JICT) mengganti vendor operator alat angkut. Akibatnya, 400 pekerja out­sourcing terampil yang telah mengabdi bertahun-tahun kehilangan pekerjaan.


"PHK ini kontroversial karena tidak sesuai dengan Permenakertrans no. 19/2012, mengingat da­lam hal pergantian vendor, pekerja sebelumnya dijamin bekerja kembali," katanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, manajemen JICT terindikasi melanggar aturan karena melakukan vendorisasi pada kegiatan utama. Operator pengganti pun 90 persen perekrutan baru dan minim kemampuan serta pengalaman. "Alhasil, kinerja JICT an­jlok dan terganggunya arus barang," sebutnya.

Nova mengungkapkan, 400 pekerja outsourcing yang tergabung dalam Serikat Pekerja Container (SPC) ini diduga diberangus atau mengalami union busting karena turut berjuang dalam kasus kontrak JICT.

FPPI meminta Disnaker DKI Jakarta segera melaku­kan pemeriksaan dan pengawasan terkait banyaknya in­dikasi pelanggaran ketena­gakerjaan. Juga menghapus vendorisasi yang sangat mengeksploitasi pekerja outsorcing di JICT dan Pelindo II serta anak usa­hanya.

Di saat bersamaan, 42 pekerja outsourcing anak usaha Pelindo II, PT Jasa Armada Indonesia (JAI), juga di-PHK tanpa alasan yang jelas. Padahal semua pekerja itu merupakan ak­tivis serikat pekerja. Mereka di-PHK pada 1 Mei 2018.

Ketua Serikat Pekerja JAI, Akbar Azis menyebut­kan, selain terindikasi kuat melakukan union busting, Pelindo II juga terbukti membayar pekerja out­sourcing JAI dibawah UMP. Hal ini jelas melanggar UUKetenagakerjaan.

Menurut Akbar, sebelum­nya pihaknya mendengar sudah keluar nota pemerik­saan khusus soal pengang­katan pekerja outsourcing menjadi karyawan tetap Pelindo. Namun bukannya diangkat jadi karyawan tetap, para pekerja malah akan tetap berstatus out­sourcing.

"Kami malah dipaksa tandatangan dengan ven­dor. Sebanyak 42 orang yang merupakan pengurus Serikat Pekerja menolak. Termasuk saya yang sebe­lumnya bekerja sebagai nahkoda. Kami malah di-PHK," ungkapnya.

Pihaknya juga telah memprotes pemaksaan tandatangan dengan vendor. Bahkan sampai melaporkan hal ini ke Sudin Ketenagakerjaan Jakarta Utaran. "Sudin Jakarta Utara sudah melarang adanya ven­dor di JAI. Namun bukannya dipatuhi oleh perusahaan, malah kami di-PHK,"  keluh Akbar. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya