Berita

Ratna Sarumpaet/RMOL

Nusantara

Warga Setuju Pencarian KM Sinar Bangun Dihentikan, Ratna Sarumpaet: Itu Sudah Diatur!

RABU, 04 JULI 2018 | 18:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet melakukan klarifikasi soal insiden yang menimpa dirinya terkait perdebatan yang menjadi viral dengan Menko Kemeritiman Luhut B. Pandjaitan.

Ratna tiba di Simalungun pada Sabtu (30/6), dia mendengar pencarian korban KM. Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara akan dihentikan. Sejak itu dia menyatakan untuk menolak rencana itu karena tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan.

"Pada saat itu saya bicara dengan kepala BNPD yang bertugas di sana, saya tanyakan, katanya pencarian ini mau distop, kata dia itu pihak keluarga yang ingin dihentikan," ujar Ratna saat juma pers di Jakarta, Rabu (4/7).


Penjelasan dari kepala BNPD itu membuat Ratna semakin bingung dan agak rancu. Dia tahu betul karakter orang Batak yang tidak mengenal nyerah.

Ibu dari Atiqah Hasiholan ini mencium ada suatu skenario yang tidak baik terjadi di tengah-tengah keluarga korban. Sementara naluri aktivisnya hanya ingin menolong keluarga korban yang takut untuk bicara.

"Paginya kita ditelepon dari kecamatan, katanya hari ini upacara penghentian dan tabur bunga, kepala saya makin pusing kayak digebukin pas dengar itu," ucap Ratna.

Bertepatan rencana itu dengan hadirnya Menko Luhut. Dia lihat sudah ada agenda setting dari pemerintah untuk mengelabui keluarga korban.

"Katanya warga sudah setuju, ada yang bicara hanya empat orang, mereka semua setuju dihentikan, sepertinya mereka sudah diatur semua," tutur Ratna.

Sejak itu ketika dia melihat Luhut turun dari helikopter, dia sudah ingin berupaya untuk membawakan aspirasi keluarga korban.

"Saya sudah diberi kesempatan untuk bicara, lihat di video kan. Beliau (Luhut) bilang saya tidak bicara dengan anda, akhirnya saya melawan dia percuma," pungkas Ratna. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya