Berita

Nusantara

Pemerintah Setengah Hati Cari Korban Kapal Tenggelam Di Danau Toba

RABU, 04 JULI 2018 | 17:44 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Pemerintah dinilai belum maksimal dalam upaya mengevakuasi korban KM. Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara pada 18 Juni 2018 lalu.

Saat tim evakusi dari Basarnas memperlihatkan rekaman video jasad beberapa korban dan benda-benda lain dari KM. Sinar Bangun di dasar danau, harapan dan optimisme masyarakat terutama keluarga korban akan keberhasilan evakuasi sempat muncul.

Namun, harapan itu lenyap setelah pemerintah yang diwakili Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan mengumumkan penghentian upaya pencarian.


"Pemerintah belum maksimal dan setengah hati, mencari-cari alasan untuk menghentikan evakuasi korban," ujar aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/7).

Menurut Kordinator Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) ini, alasan teknis seperti tekanan air di kedalaman sekitar 500 meter tidak sepenuhnya dapat diterima.

Dalam dialognya dengan tim pencari, Ratna mendapatkan informasi bahwa alat untuk mangangkat jasad korban dan bangkai KM. Sinar Bangun sebenarnya ada. Memang diperlukan waktu cukup lama, sekitar tiga minggu untuk membawanya dari Jawa Timur dan satu minggu untuk merakitnya.

"Saya kira, kalau alat itu memang ada di Jawa Timur, waktu empat minggu itu sepadan dengan duka cita warga dan keluarga korban. Bagaimanapun, keluarga korban ingin melihat jasad ataupun bagian dari jasad korban untuk dimakamkan dengan layak," ujarnya lagi.

Ratna menambahkan, kalau Indonesia tidak memiliki alat yang dibutuhkan, tidak ada salahnya meminta bantuan dari negara lain demi memperlihatkan keseriusan dan perhatian negara pada korban dan keluarga korban.

"Bahkan, kalau tidak ada dana, saya yakin masyarakat Indonesia tidak keberatan untuk patungan dana," sambung Ratna.

Dia menduga, ada motivasi lain di balik keputusan menghentikan proses pencarian korban.

Ratna juga menyesalkan penghentian karena bisa merusak citra Danau Toba sebagai salah satu objek wisata kelas dunia yang sedang gencar-gencar dipromosikan Indonesia. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya