Berita

Pertahanan

IIDS Kedua Unhan Akan Menghadirkan Pakar Pertahanan Dunia

RABU, 04 JULI 2018 | 09:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Universitas Pertahanan (Unhan) siap menghadirkan para pakar Pertahanan dunia dalam Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) ke-2 tahun 2018, seminar ini akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli 2018 mendatang di Jakarta.

Seminar yang mengusung tema "strengthening defense diplomacy to address common security challenges" itu untuk menjawab tantangan keamanan global dan dinamika lingkungan strategis pada tingkat regional maupun global.

Unhan akan mengundang para rektor dan dekan dari 11 universitas pertahanan dunia antara lain dari Rusia, Inggris, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Korea, China dan Malaysia.


Pada IIDSS 2017 lalu, seminar fokus terhadap bidang ilmu dan teknologi pertahanan, dan untuk tahun ini akan lebih menarik serta berkembang lebih besar lagi dengan pokok bahasan antara lain Global Diplomacy on Non Proliferation of Weapons of Mass Destruction (WMD); Cracking Down Transnational Organised Crimes (TOC) in the Asean Region; Terrorism and Separatism Challenges; Promoting Sustainable Resources Development; Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief; dan Media and Information Warfare.

Salah satu yang menjadi sub tema dalam seminar internasional ini adalah terkait dengan senjata pemusnah masal. Sub tema tersebut adalah Weapon of mass Destruction crisis potential in asia pacific, akan dipaparkan langsung oleh  Col. Nikolay V. Nikolayuk dari Russian Feserstion, selain daripada itu, akan dipaparkan juga terkait preventing chemical weapons oleh Dr.Lijung Shang, seorang dosen ahli dari university of Bradford.

Dalam seminar ini juga menghadirkan Marie Isabelle Chevrier, seorang profesor dari Rutgers University-Camden USA, akan memaparkan hal penting terkait senjata biologis.

Tidak hanya itu, masih ada beberapa sub tema lainnya yang akan menjadi agenda dalam seminar internasional ini dan tentunya sangat menarik seperti; Trans-national Organized Crime (TOC) yang akan dipaparkan oleh para ahli seperti Laksamana Madya TNI (Purn). Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc dari Universitas Pertahanan, Mr. Collie Brown dari (Indonesia Country Manager and Liaison to ASEAN UNODC), Drs. Kiagus Ahmad Badaruddin, M.Sc. selaku Kepala PPATK Indonesia, serta Dimitry Mikhailov, Ph.D dari State University by Lomonosov N.V., Rusia.

Sub tema penting lainnya seperti; Terrorism and Separatism, Energy and Natural resources, Humanitarian Assistance and Disaster Relief dan Media and Information yang semuanya akan dikupas habis oleh para ahli di bidangnya.

IIDSS 2018 ini telah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Unhan dalam rangka memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertahanan.

Seminar internasional ini akan menjadi forum untuk para ahli dan think tank dalam bidang ilmu pertahanan dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu pertahanan dan nantinya mampu digunakan sebagai alternatif bersama dalam menjaga stabilitas keamanan tidak hanya pada tingkat regional, namun menjangkau pada tingkat global. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya