Berita

Mulyadi/Net

Nusantara

Gerindra Jabar Lebih Percaya Hitungan Internal Ketimbang Lembaga Survei

SELASA, 03 JULI 2018 | 16:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mayoritas hasil survei Pilgub Jawa Barat 2018 tidak ada yang menjagokan pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik). Paslon Asyik hanya ada di urutan ketiga dengan elektabilitas di bawah 10 persen.

Dan hasil hitung cepat (quick qount) pasca pencoblosan 27 Juni, mayoritas lembaga survei menempatkan paslon Asyik yang diusung koalisi Partai Gerinda, PKS dan PAN itu ada di posisi kedua dengan perolehan hampir 30 persen.

Namun, hasil real count internal, paslon Asyik keluar sebagai jawara dengan perolehan suara di atas 30 persen lebih.


Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi mengatakan, pihaknya lebih percaya hitungan internal ketimbang lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Ridwan-Uu.

"Survei itu sudah salah di awal, kenapa kami harus percaya lagi (quick qount)?" ujar Mulyadi kepada redaksi, Selasa (3/7).

Dan kalau masih tetap mempercayai lembaga survei tersebut, lanjut Mulyadi, itu namanya masuk ke jurang yang sama untuk kedua kali.

"Sebenarnya kami tidak mau mengklaim, kami menghormati proses yang dilakukan KPU. Data kami hanya untuk meng-counter opini seolah-olah lembaga survei itu yang benar," terangnya.

Mulyadi berharap, kepada semua pihak untuk menghormati proses rekapitulasi yang sedang berlangsung di KPU. Hasil resmi Pilgub Jabar akan disampaikan KPU pada 9 Juli nanti. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya