Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Maaf Mas Jokowi, Tim Ekonomi Mas Benar-Benar Payah

SELASA, 03 JULI 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN:

Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen atau naik 50 basis poin (bps) dari 4,75 persen pada Jumat pekan lalu belum cukup ampuh meredam gejolak dolar AS.

Pasca dibuka pagi tadi (Selasa, 3/7), rupiah diperdagangkan 0,37 persen di pasar spot ke level Rp 14.428 per dolar AS.

"Rupiah terus merosot karena hanya mengandalkan kebijakan moneter. Tidak ada terobosan di sektor riil dan tidak ada kebijakan pengelolaan utang yang inovatif," tutur ekonom senior, DR. Rizal Ramli dalam catatannya hari ini.


Menurut Rizal, mengandalkan kenaikan suku bunga justru akan menambah masalah baru. Apalagi kalau akhirnya total kenaikan bunga setahun bisa 3-4 persen.

"Dicicil-cicil atau sekaligus tahun 2018, pertumbuhan ekonomi akan tambah nyungsep ke bawah 4,5 persen, pertumbuhan kredit akan anjlok di bawah 8 persen persen, kredit macet dan default akan meningkat, daya beli tambah merosot," papar menteri perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

Program pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi memang patut diapresiasi, namun pengelolaan makro ekonomi dinilai Rizal sangatlah payah.

"Ekonomi bukannya meroket tapi nyungsep," kritiknya.

"Mohon maaf Mas Jokowi @jokowi, Tim Ekonomi Mas ternyata benar-benar ndak mampu menyelesaikan masalah, bahkan mereka bagian dari masalah," imbuh Rizal.

Menurut Rizal, cara berpikir, kompetensi dan kepemimpinan yang payah adalah persoalan utama tim ekonomi Jokowi. "Hati-hati, kami ingin Mas Jokowi bertahan sampai 2019," cetus Rizal. [wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya